Hamas Setuju Bebaskan Lima Sandera Israel, Israel Ajukan Kontrausulan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hamas dilaporkan telah menyetujui pembebasan lima sandera Israel yang masih hidup dengan imbalan gencatan senjata selama 50 hari. Keputusan ini muncul setelah kelompok militan tersebut menerima proposal dari Mesir dan Qatar.
Kepala Hamas, Khalil al-Hayya, dalam pidatonya pada Sabtu (30/3), menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dan menanggapi proposal tersebut secara positif. Hamas menyatakan kesediaannya untuk membebaskan para sandera selama perayaan Idulfitri.
"Dua hari lalu, kami menerima sebuah usulan dari para mediator di Mesir dan Qatar. Kami meresponsnya secara positif dan menerimanya," ujar Khalil al-Hayya dalam siaran televisi. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya berharap Israel tidak menggagalkan kesepakatan tersebut.
Sebagai respons, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa setelah serangkaian konsultasi, Israel telah menyampaikan kontrausulan yang disusun dengan koordinasi penuh bersama Amerika Serikat.
Pemerintah Israel dilaporkan menginginkan pembebasan 10 dari 24 sandera yang diyakini masih hidup di Gaza. Dari total 251 sandera yang diculik dalam serangan Hamas pada Oktober 2023, sebanyak 58 orang masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah meninggal. Hamas disebut-sebut bersedia menyerahkan jenazah mereka.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Israel diharapkan membebaskan ratusan tahanan Palestina. Namun, Hamas menegaskan bahwa mereka tidak akan melucuti senjata selama militer Israel masih berada di Gaza.
Negosiasi gencatan senjata saat ini sedang berlangsung di Doha, melibatkan Mesir, Qatar, dan Hamas, tetapi Israel tidak berpartisipasi secara langsung. Beberapa hari sebelumnya, sumber keamanan menyebut bahwa Mesir telah menerima sinyal positif dari Israel terkait proposal gencatan senjata baru yang mencakup fase transisi.
Sementara itu, pasukan Israel kembali melanjutkan operasi militer di Gaza, mengakhiri periode gencatan senjata sebelumnya. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan terbaru ini telah menyebabkan 921 korban jiwa.
Pada Sabtu (29/3), sayap bersenjata Hamas merilis rekaman video yang memperlihatkan seorang sandera Israel, Elkana Bohbot, yang menyerukan pemerintahnya untuk mengamankan pembebasannya. Bohbot, yang diculik saat menghadiri festival musik di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, tampak memohon agar bisa kembali kepada keluarganya.
The Guardian melaporkan bahwa mereka tidak dapat memverifikasi lokasi dan waktu perekaman video tersebut.
Dalam insiden terpisah, militer Israel mengakui telah menembaki ambulans di Gaza setelah mengidentifikasinya sebagai "kendaraan mencurigakan." Hamas mengecam serangan ini sebagai "kejahatan perang" yang menewaskan sedikitnya satu orang. Insiden ini terjadi di kawasan Tal al-Sultan, Rafah, dekat perbatasan Mesir.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak konflik dimulai, sedikitnya 50.082 warga Palestina telah tewas dan 113.408 lainnya mengalami luka-luka.
0 Comments





- Instagram Kenalkan Aplikasi Baru ‘Edits’ yang Mirip dengan CapCut
- Kebakaran Klub Malam di Makedonia Utara Tewaskan 59 Orang, 15 Ditahan
- Lewis Hamilton Raih Kemenangan Pertama untuk Ferrari di Sprint Race F1 Grand Prix China
- Sebastian Stan dan Florence Pugh Pimpin Tim Antihero Marvel dalam Trailer Terbaru "Thunderbolts"
- Apple Tambahkan Dukungan Audio Lossless dan Latensi Rendah untuk AirPods Max
- Rosé Konfirmasi Musik Baru BLACKPINK Usai Kolaborasi dengan Bruno Mars
- Ziarah Kubur saat Lebaran Tetap Lestari di Tengah Modernisasi
- Chevrolet Corvette ZR1 2025 Pecahkan Rekor di Sirkuit
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!