Drama Tukar Sandera Keenam Hamas dan Israel di Gaza, Bikin Deg-degan

R
Rivaldi Dani Rahmadi
Penulis
News
Drama Tukar Sandera Keenam Hamas dan Israel di Gaza, Bikin Deg-degan
- (Dok. CBS NEWS/BASHAR TALEB/AFP/Getty).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kelompok militant Palestina, Hamas pada Sabtu (15/2) melepaskan tiga sandera Israel sebagai ganti ratusan narapidana Palestina yang dibebasin Israel. Pertukaran ini jadi momen epic di tengah ketegangan yang makin panas di Gaza, apalagi rumor gencatan senjata bakal ambyar.

Menurut laporan The Japan Times, momen penyerahan sandera ini cukup dramatis. Pasukan Hamas yang pakai topeng bawa sandera ke atas panggung di Khan Younis, Gaza Selatan. Tiga sandera itu Sagui Dekel-Chen (warga Israel-Amerika), Sasha Trupanov (Israel-Rusia), dan Yair Horn (Israel-Argentina). Mereka dipaksa ngomong di mic sebelum diserahkan ke Palang Merah buat dipulangin ke Israel, setelah ditahan lebih dari 16 bulan.

Sambil bawa tas dari para penculiknya, ketiganya dengan wajah tegang menyerukan supaya pertukaran sandera terus dilanjutin sesuai kesepakatan gencatan senjata.

Nggak lama kemudian, satu bus penuh tahanan Palestina cabut dari Penjara Ofer Israel dan langsung disambut meriah sama warga Ramallah, Tepi Barat. Sorak-sorai pecah di jalanan, kayak pahlawan yang baru pulang perang.

iklan gulaku

Lebih banyak bus lagi nganter narapidana dari penjara di gurun Negev menuju Gaza. Ini udah pertukaran keenam sejak gencatan senjata dimulai 19 Januari lalu. Tapi ya, pertukaran kali ini penuh ancaman. Hamas sempet ngancam stop pelepasan sandera karena klaim pelanggaran Israel, sementara Israel ancam bakal lanjut perang kalau Hamas beneran berhenti.

Dari total 251 sandera yang ditangkap Hamas pas serangan 7 Oktober 2023 ke Israel, 70 orang masih terjebak di Gaza, termasuk 35 orang yang menurut militer Israel udah tewas.

Momen pembebasan kemarin bikin suasana campur aduk. Tangis haru pecah waktu teman dan keluarga tahanan akhirnya bisa ketemu orang tercinta lagi.

"Akhirnya, Sasha dapat dikelilingi oleh orang-orang yang dicintainya dan memulai jalan baru," kata keluarga Trupanov dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga ikut nimbrung. Jumat (14/2), dia bilang bakal ambil sikap "super tegas" soal konflik di Gaza. Katanya, kalau semua sandera nggak dibebasin sebelum Sabtu pukul 12.00 waktu setempat, dia bakal dorong Israel buat batalin gencatan senjata.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada pukul 12.00. Jika itu tergantung pada saya, saya akan mengambil sikap yang sangat tegas. Saya tak bisa memberi tahu Anda apa yang akan dilakukan Israel," ujar Trump di Gedung Putih.

Jadi, meski pertukaran sandera kemarin berjalan lancar, ancaman perang masih menggantung di udara. Gaza masih panas, dan dunia cuma bisa nunggu, apakah ini awal dari perdamaian atau justru babak baru konflik yang lebih gila lagi.

  • Tag:
  • hamas
  • Israel
  • Palestina
  • Gaza

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today