Serangan Udara Israel di Rumah Sakit Gaza Tewaskan Lima Orang, Termasuk Pemimpin Hamas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah serangan udara Israel di rumah sakit Nasser, Khan Younis, Gaza, menewaskan lima orang, termasuk seorang pemimpin politik Hamas dan tenaga medis Palestina. Israel menyatakan serangan ini menargetkan seorang tokoh penting dalam kelompok tersebut berdasarkan intelijen yang dikumpulkan.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan itu mengenai departemen bedah rumah sakit. Militer Israel menyatakan bahwa serangan dilakukan dengan amunisi presisi untuk meminimalkan dampak di sekitar lokasi.
Hamas mengonfirmasi bahwa salah satu anggotanya, Ismail Barhoum, tewas dalam serangan itu. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga menyatakan bahwa Barhoum adalah target utama. Namun, militer Israel tidak menyebutkan nama spesifik dan hanya menggambarkan target sebagai "tokoh penting" dalam Hamas.
Menurut Hamas, Barhoum sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka dari serangan sebelumnya. Israel menuduh Hamas menyembunyikan anggotanya di fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah, klaim yang dibantah oleh kelompok tersebut.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan api di lantai tiga gedung yang diduga sebagai rumah sakit, tetapi keasliannya belum dapat diverifikasi secara independen.
Dalam perkembangan lain, pemimpin Hamas lainnya, Salah al-Bardaweel, juga dilaporkan tewas dalam serangan udara di Khan Younis. Militer Israel mengonfirmasi bahwa Bardaweel adalah salah satu target operasi mereka.
Bardaweel dan Barhoum merupakan anggota biro politik Hamas, yang beranggotakan 19 orang. Menurut sumber Hamas, 11 dari mereka telah tewas sejak perang dimulai pada akhir 2023.
Di sisi lain, serangan udara Israel terus berlanjut di berbagai wilayah Gaza, termasuk di Rafah dan Khan Younis. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa setidaknya 45 orang tewas akibat serangan tersebut pada hari Minggu.
Menurut data otoritas Palestina, lebih dari 50.000 orang telah tewas sejak konflik pecah hampir 18 bulan lalu. Militer Israel menyatakan bahwa mereka berupaya meminimalkan korban sipil dan mempertanyakan angka yang diberikan oleh otoritas kesehatan di Gaza.
Sebagian besar korban tewas di Gaza disebut sebagai warga sipil oleh pejabat kesehatan setempat. Sementara itu, Israel mengklaim sekitar 20.000 di antaranya adalah pejuang Hamas. Hamas sendiri tidak mengungkapkan jumlah pasti korban di pihak mereka.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa tujuan operasi militer ini adalah untuk melemahkan Hamas sebagai entitas militer dan pemerintahan serta menekan kelompok tersebut agar membebaskan para sandera yang masih ditahan.
Dalam perkembangan diplomatik, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, berbicara dengan Netanyahu dan menegaskan dukungan AS untuk Israel. Diskusi keduanya mencakup operasi militer di Gaza, upaya pembebasan sandera, serta serangan AS terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Israel melancarkan operasi militer di Gaza setelah serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, yang menurut data Israel menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik lebih dari 250 orang.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan keprihatinan atas tingginya jumlah korban akibat konflik ini dan menekankan pentingnya perlindungan bagi warga sipil di tengah situasi yang terus berkembang.
0 Comments





- Venus Williams Mendapat Wildcard di Indian Wells pada Usia 44 Tahun
- Trump dan Putin Akan Bahas Gencatan Senjata Ukraina dan Pembagian Wilayah
- Noah Cyrus Puji Lagu Baru Billy Ray Cyrus di Tengah Konflik Keluarga
- Bulls Bangkit dari Ketertinggalan dan Kalahkan Miami Heat 114-109
- Lakers Alami Kekalahan Ketiga Beruntun, Pertahanan Masih Jadi Masalah
- Russo Brothers Kembali Sutradarai "Avengers Doomsday" dan "Avengers Secret Wars"
- Casemiro Sampaikan Pesan Kuat untuk Fans Manchester United Setelah Hasil Imbang Lawan Arsenal
- Arsenal Pertimbangkan Melepas Gabriel Martinelli Jika Tawaran Memenuhi Ekspektasi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!