Sutradara Hamdan Ballal Akhirnya Dibebaskan Usai Diduga Diserang Pemukim Israel
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hamdan Ballal, sutradara Palestina yang baru saja memenangkan Oscar lewat film dokumenter No Other Land, akhirnya dibebaskan setelah diduga diserang oleh pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Menurut aktivis di lokasi, rumah Ballal di desa Susya dikepung dan diserang oleh sekelompok pemukim bertopeng pada Senin, (24/3) sore. Ia diduga mengalami pemukulan sebelum akhirnya dibawa pergi oleh tentara Israel, meskipun dalam kondisi luka dan sedang berada di ambulans.
Rekannya, Yuval Abraham-sutradara Israel yang berbagi kemenangan Oscar dengannya-mengonfirmasi pembebasan Ballal pada Selasa, (25/3) sore, seperti dilansir dari BBC.
Dalam insiden yang lebih luas, lima aktivis dari kelompok Center for Jewish Nonviolence (CJNV) mengklaim mereka juga mengalami serangan brutal dari pemukim, termasuk pemukulan dengan tongkat dan perusakan mobil mereka.
Israel Defence Force (IDF) membantah tuduhan bahwa Ballal diculik dari ambulans dan menyatakan bahwa tiga warga Palestina serta seorang warga Israel telah ditahan karena dugaan "pelemparan batu" ke pasukan keamanan.
Seorang aktivis yang berada di lokasi mengatakan kepada BBC bahwa tentara Israel awalnya hanya menyaksikan serangan pemukim tanpa bertindak. Mereka baru bergerak ketika serangan hampir berakhir, namun tidak menangkap para penyerang.
IDF mengklaim pasukannya datang untuk "membubarkan bentrokan" dan menangkap beberapa orang dari kedua pihak. Mereka juga menyebut seorang pemukim Israel mengalami luka dan telah dilarikan ke rumah sakit.
Oscar, Dokumenter, dan Kekerasan di Tepi Barat
Ballal dan Abraham baru saja meraih penghargaan Best Documentary di Academy Awards 2024 untuk No Other Land, film yang mengangkat perjuangan komunitas Palestina di Masafer Yatta, wilayah yang terus-menerus menghadapi penggusuran oleh Israel.
Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967, telah menjadi titik panas konflik. Meski permukiman Israel di wilayah itu dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, Israel tetap memperluasnya.
Sejak perang Israel-Hamas pecah pada 2023, kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat semakin meningkat, dan insiden yang menimpa Hamdan Ballal hanya menambah daftar panjang ketegangan yang belum berujung.
0 Comments





- Trump Gandeng Sederet Nama Besar, Siap Sambut Kebangkitan Era Kripto
- Baterai Earphone Cepat Habis, Ternyata Ini Penyebabnya
- Chemistry Lisa BLACKPINK dan Tayme Thapthimthong Bikin Baper di ‘The White Lotus’ Season 3
- Rihanna dengan Gaya Rambut Lob, Siap-Siap Tren Rambut 2025 Dikuasai Gaya Ini!
- Prabowo Instruksikan Pengecer LPG 3 Kg Kembali Berjualan, Harga Harus Tetap Terjangkau
- Massa Aksi Geruduk Senayan Hari ini, Lima Ribu Polisi Amankan Aksi Tolak Revisi UU TNI!
- Panggilan Nomor Internasional Tidak Dikenal Potensi Penipuan, Begini Cara Menghindarinya
- Drama ‘Snow White’ Kacau! Gal Gadot dan Rachel Zegler Dikabarkan Tak Akur Gara-Gara Politik?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!