Hentikan Operasional Angkot di Jalur Puncak-Cipanas, Gubernur Jabar Berikan Insentif Rp1,5 Juta per Supir

R
Rifqy Alief Abiyya
Penulis
News
Hentikan Operasional Angkot di Jalur Puncak-Cipanas, Gubernur Jabar Berikan Insentif Rp1,5 Juta per Supir
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hal berbeda terjadi pada libur Lebaran kali ini dimana angkot di jalur utama Cianjur-Puncak (Cipanas) tidak beroperasi. Kebijakan ini sebagai antisipasi kemacetan saat musim liburan.

Dilansir Antara, Kepolisian Resor Cianjur menyebut pengendara dapat melintas di jalur utama Cianjur depan pasar Cipanas dengan nyaman dan tanpa macet karena angkutan kota (angkot) tidak beroperasi.

"Gubernur Jabar mengeluarkan kebijakan agar angkot Cipanas tidak beroperasi selama masa libur Lebaran 2025," kata Kapolres Cianjur AKBP Rohman Yongky Dilatha di Cianjur, Kamis (03/04).

iklan gulaku

Pemberian Insentif Kepada Supir Angkot

Pemkab Cianjur dan Pemprov Jabar menawarkan solusi dengan menghentikan operasional angkot selama libur Lebaran, sambil memberikan insentif kepada ratusan sopir berupa uang tunai sebesar Rp1 juta dan paket sembako.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, secara langsung menyerahkan bantuan tersebut berupa uang tunai Rp1 juta dan paket sembako dengan nilai total mencapai Rp1,5 juta.

Dengan adanya insentif bagi para sopir, ia menekankan bahwa hingga 7 April tidak ada angkot yang beroperasi, sehingga kemacetan di depan pasar tidak terjadi lagi, hanya tersisa antrean yang bergerak lambat.

AKBP Rohman menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan secara langsung kepada Gubernur Jawa Barat bahwa kawasan Puncak tetap aman dari kemacetan selama angkot tidak beroperasi.

"Kendati demikian, kami tetap menyiagakan petugas di titik rawan macet, termasuk di depan Pasar Cipanas," kata Kapolres.

Operasional Angkot Diliburkan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan untuk pemberhentian sementara operasional angkot sampai 7 April 2025.

Total terdapat 561 supir angkot yang diliburkan selama periode tersebut. Kebijakan ini sebagai antisipasi kepadatan kendaraan yang menyebabkan kemacetan di ruas jalan Puncak-Cipanas karena banyak angkot berhenti sembarangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Tedy Artiawan, mengungkapkan bahwa terdapat berbagai faktor yang menyebabkan kemacetan panjang hingga belasan jam di jalur Puncak, salah satunya adalah angkot yang sering berhenti sembarangan, terutama di depan Pasar Cipanas.

Jika terdapat angkot nakal yang masih beroperasi di sekitar area Cipanas, pihaknya akan memberikan sanksi.

  • Tag:
  • Kebijakan Pemerintah
  • Jawa Barat
  • transportasi
  • Dedi Mulyadi
  • Puncak

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today