Aksi Protes Pecah di Turki! Imamoglu Ditangkap, Massa Dihadang Gas Air Mata
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aksi demonstrasi di berbagai kota di Turki menyusul penangkapan Wali Kota Istanbul, sekaligus lawan politik dari pada Presiden Reccep Tayyib Erdogan.
Di Istanbul, unjuk rasa menimbulkan kericuhan sehingga aparat keamanan menembakkan gas air mata, semprotan merica, hingga peluru karet untuk membubarkan massa aksi. Mereka mencoba untuk menembus barikade sambil melemparkan batu atau benda lain.
Polisi menggunakan tindakan represif di untuk membubarkan massa aksi di berbagai kota termasuk ibu kota Ankara, Aegea dan Izmir. Ribuan orang melakukan demonstrasi ini menuntut kepada pemerintah Erdogan untuk mengundurkan diri. Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya, mengungkapkan bahwa setidaknya ada 97 orang ditangkap di seluruh aksi di Turki saat demonstrasi berlangsung.
Wali Kota Ekrem Imamoglu ditangkap atas dugaan kasus korupsi serta keterkaitannya dengan aksi terorisme. Ia digerebek pada Rabu dini hari di kediamannya. Penangkapan wali kota ini dinilai semakin memperparah penindakan atas kelompok oposisi Erdogan. Banyak yang menilai ini adalah langkah untuk menyingkirkan para oposisi.
Erdogan: Pemerintah Tidak Akan Toleransi Aksi Protes
Sementara itu, Erdogan sebagai orang nomor satu Turki kembali menunjukkan sikap otoriter kepada rakyatnya. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi kepada massa aksi yang protes dan melontarkan tuduhan kepada partai oposisi punya kaitan dengan korupsi dan terorisme.
"Operasi anti-korupsi di Istanbul sedang dijadikan alasan untuk memicu kerusuhan di jalanan kita. Saya ingin menegaskan bahwa kami tidak akan membiarkan segelintir oportunis membawa kekacauan ke Turki hanya demi melindungi skema penjarahan mereka," kata Erdogan.
Otoritas Istanbul, Ankara, dan Izmir melakukan larangan unjuk rasa selama lima hari dari Jumat, 21 Maret 2025. Di Istanbul, otoritas mengeluarkan kebijakan untuk menutup beberapa ruas jalan dan stasiun metro yang dekat dengan lokasi kericuhan saat aksi.
Kandidat Kuat Presiden
Diketahui, Imamoglu merupakan salah satu kandidat kuat calon presiden pada pemilu Turki mendatang dari Partai Rakyat Republik (CHP), yang oposisi utama dari partai penguasa. Sebab itu, banyak yang menganggap penangkapan ini merupakan upaya menghabisi oposisi.
Menurut para analis, jabatan Wali Kota Imamoglu bisa saja dicabut dan digantikan oleh pelaksana tugas jika Ia resmi didakwa memiliki keterkaitan dengan PKK (Partai Pekerja Kurdistan). Organisasi yang selama ini dicap sebagai musuh oleh pemerintah Turki dan barat.
0 Comments





- Geger, Jasad Bayi Dibungkus Kaos Hitam Ditemukan di Cilincing
- Konjen RI di Jeddah: 3 Korban Masih Dirawat, KJRI Siap Dampingi
- Pemprov Jakarta Genjot Pencairan KJP dan KJMU Sebelum Akhir Maret 2025
- Solidaritas Kemanusiaan: BPBD DKI Jakarta Turun Tangan Bantu Korban Gempa Myanmar
- "Film ‘Komang’, Adaptasi Kisah Nyata yang Mempertemukan Dua Orang Dengan Latarbelakang Berbeda"
- Heboh! Tiga Polisi Tewas Ditembak Saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung
- Mengguncang! Adolescence, Kisah Bocah 13 Tahun yang Ditangkap, Puncaki Rating TV Inggris
- Ngaku Jagoan, Pelaku Pemerasan di Bekasi Kini Harus Berurusan dengan Hukum
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!