Sindiran Pedas ke AS: "Kembalikan Patung Liberty ke Prancis!"

R
Rifqy Alief Abiyya
Penulis
News
Sindiran Pedas ke AS: "Kembalikan Patung Liberty ke Prancis!"
- (Dok. monumentsandsight).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Anggota Parlemen Eropa (MEP) asal Prancis, Raphael Glucksmann melontarkan statement yang dinilai kontroversial. Ia mengungkapkan bahwa Amerika Serikat harus mengembalikan patung Liberty ke Prancis.

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk sindiran kepada AS karena berpihak kepada tiran. Patung yang diberikan Prancis kepada As pada 1886 menjadi simbol kebebasan dan persahabatan. Namun, Glucksmann menyebutkan bahwa pemberian itu tidak lagi dihargai oleh penerimanya.

iklan gulaku

"Kami akan mengatakan kepada orang Amerika yang memilih berpihak pada tiran, kepada mereka yang memecat peneliti karena menuntut kebebasan ilmiah: 'Kembalikan Patung Liberty kepada kami'," ujar Glucksmann dalam konvensi partai yang disampaikan dengan nada bercanda.

"Kami memberikannya sebagai hadiah, tapi tampaknya kalian tak menghargainya. Jadi lebih baik patung itu kembali ke rumah," sambungnya.

Pernyataan ini merupakan sindiran kepada AS yang telah menangguhkan bantuan ke Ukraina. Walaupun saat ini bantuan telah kembali diberikan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai terlalu lunak dengan pihak Rusia. Hal ini menjadi kekhawatiran pihak Uni Eropa.

Glucksmann juga menyampaikan sindiran lain ke AS, jika AS terus memecat ilmuwan terbaiknya maka Prancis siap menerimanya.

"Jika kalian ingin memecat orang-orang yang menjadikan AS sebagai kekuatan dunia lewat inovasi dan semangat kebebasan, maka kami akan menyambut mereka," ujarnya.

Respon Gedung Putih

Menyikapi pernyataan tersebut, pihak Gedung Putih merespon Glucksmann dengan menyebut politik kelas "rendah". Pihak AS juga melontarkan pernyataan balasan yang menyebut, jika tidak ada intervensi AS pada perang dunia II "orang Perancis sampai hari ini tidak berbicara bahasa Jerman".

Di patung Liberty terdapat tulisan "Give me your tired, your poor. Your huddled masses yearning to breathe free", dinilai bertentangan dengan kebijakan Trump yang sempat mendorong deportasi massal serta pembatasan perjalanan ke berbagai negara.

  • Tag:
  • Amerika Serikat
  • eropa
  • Konflik
  • Presiden Trump

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today