Orang Tua Khawatir Anak Kecanduan Main Roblox, Ini Kata Sang CEO!

N
Nayla Shabrina
Penulis
Techno
Orang Tua Khawatir Anak Kecanduan Main Roblox, Ini Kata Sang CEO!
- (Dok. BBC).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bos besar Roblox, Dave Baszucki, punya pesan tegas buat para orang tua yang khawatir anak-anaknya kecanduan atau terpapar konten berbahaya di platform gim ini.

"Jika anda tidak merasa nyaman, jangan biarkan anak-anak anda menggunakan Roblox," kata Baszucki, dikutip dari wawancara eksklusif bersama BBC pada Kamis, (13/2).

Pernyataan ini muncul di tengah kritik soal Roblox yang disebut-sebut punya celah keamanan bagi anak-anak. Dari konten tak pantas, kasus perundungan, hingga dugaan pelecehan, platform ini sudah lama jadi sorotan. Namun, Baszucki tetap yakin kalau Roblox punya sistem keamanan yang ketat.

"Kami mengawasi perundungan, kami mengawasi pelecehan, kami menyaring semua hal semacam itu, dan menurut saya di balik layar analisis dilakukan, hingga jika perlu, menghubungi penegak hukum," tegasnya. .

iklan gulaku

Roblox Jadi Gim Favorit Anak-Anak, Tapi Kontroversial

Roblox adalah salah satu platform gim terbesar di dunia, bahkan jumlah pemain bulanannya lebih banyak dibanding gabungan pengguna Nintendo Switch dan PlayStation. Pada 2024, Roblox mencatatkan lebih dari 80 juta pemain aktif per hari, dengan sekitar 40% di antaranya berusia di bawah 13 tahun.

Di Inggris, undang-undang Online Safety Act yang mulai berlaku April ini mewajibkan semua perusahaan teknologi untuk lebih serius dalam melindungi anak-anak dari bahaya online. Tapi Baszucki yakin bahwa Roblox sudah melangkah lebih jauh dari regulasi tersebut.

Buktinya, sejak November lalu, anak-anak di bawah 13 tahun dilarang mengirim pesan langsung dan tidak bisa ikut serta dalam ruang obrolan hangout. Roblox juga mengklaim menggunakan sistem AI canggih untuk memantau komunikasi antar pemain dan memberikan sanksi, mulai dari time-out hingga larangan bermain permanen bagi yang melanggar aturan.

Namun, investigasi BBC menemukan bahwa sistem penyaringan Roblox masih bisa ditembus. Dengan membuat dua akun palsu (usia 15 dan 27 tahun), mereka berhasil saling berkirim pesan dan menemukan cara untuk beralih ke platform lain tanpa terdeteksi sistem moderasi.

Saat dikonfrontasi soal temuan ini, Baszucki justru menanggapinya sebagai bukti bahwa Roblox cukup aman. "Justru karena aturan kami ketat, orang-orang yang berniat buruk mencoba membawa percakapan ke platform lain," katanya.

Salah satu masalah lain yang disoroti adalah rekomendasi gim untuk anak-anak. Seorang bocah 11 tahun yang menelusuri Roblox sempat mendapatkan saran bermain gim seperti, Late Night Boys and Girls Club RP, Special Forces Simulator, Squid Game, hingga Shoot Down Planes.. Because why not?

Ketika ditanya apakah gim-gim ini cocok untuk anak-anak, Baszucki berdalih bahwa Roblox memiliki sistem rating berbasis konten, bukan hanya dari judulnya.

"Satu hal yang sangat penting bagi cara kita melakukan berbagai hal di sini adalah bukan hanya pada judul pengalamannya saja, tetapi juga pada isi pengalaman bermainnya," ujarnya.

Tapi, benarkah sistem ini sudah cukup aman? Atau justru butuh pengawasan yang lebih ketat? Yang jelas, kalau orang tua ragu, seperti kata CEO-nya sendiri, lebih baik nggak usah kasih izin anak-anak main Roblox, deh!



  • Tag:
  • game
  • Metaverse
  • Roblox
  • Dave Baszucki
  • Kecanduan Gadget
  • Fitur Keamanan

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today