Microsoft Kembangkan Model AI Bernama Muse, Bantu Desain Game Modern
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bayangkan sebuah teknologi yang bisa menciptakan cuplikan video game realistis hanya dengan memprediksi langkah selanjutnya. Kedengarannya seperti masa depan, tapi Microsoft sudah melangkah ke sana dengan mengembangkan model kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama Muse.
Meski terdengar canggih, tidak semua pengembang game yakin teknologi ini bakal jadi game-changer yang dibutuhkan industri.
Neural networks yang bisa menghasilkan cuplikan video game yang konsisten sebenarnya bukan hal baru. Bahkan, Google pernah membuat AI yang berhasil menciptakan versi penuh dari game legendaris Doom tanpa akses ke mesin game aslinya.
Tapi, Doom pertama kali rilis tahun 1993, jauh lebih sederhana dibanding game modern yang punya fisika kompleks dan grafik super detail. Nah, di sinilah tantangannya, menciptakan ulang cuplikan dari game modern nggak semudah itu.
Katja Hofmann dan timnya di Microsoft Research mencoba menjawab tantangan itu lewat Muse. AI ini dirancang khusus untuk mereproduksi urutan permainan dari Bleeding Edge, game multiplayer online besutan Ninja Theory, studio yang dimiliki Microsoft.
Uniknya, Muse dilatih menggunakan data selama tujuh tahun berupa rekaman permainan dan input dari kontroler. Mirip seperti cara kerja ChatGPT yang memprediksi kata selanjutnya dalam sebuah kalimat, Muse mencoba menebak adegan permainan berikutnya berdasarkan data yang diberikan.
"Rasanya masih mind-blowing sampai sekarang. Dari sekadar memprediksi, Muse bisa memahami lingkungan 3D yang kompleks ini dengan dalam," ujar Hofmann, seperti dikutip dari New Scientist pada Rabu, (19/2).
Dalam proses pengembangannya, tim Microsoft juga mengajak para developer game untuk memberikan masukan. Hasilnya, Muse kini bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi secara mendadak dalam permainan, seperti karakter yang berubah atau objek baru yang muncul. Fitur ini diyakini bisa membantu para pengembang mengeksplorasi ide-ide baru dan skenario what if yang mungkin sebelumnya sulit diwujudkan.
Meski begitu, ada keterbatasan besar yang belum terpecahkan. Muse hanya bisa menciptakan cuplikan berdasarkan data Bleeding Edge yang artinya, AI ini belum mampu menciptakan konsep atau desain baru.
Mike Cook selaku peneliti di King's College London, mempertanyakan apakah keterbatasan ini bisa diatasi dengan lebih banyak data dari game lain. Selain itu, beberapa pengembang mempertanyakan manfaat praktis dari teknologi ini. Cook berargumen bahwa pengujian game secara langsung dengan kode aslinya justru lebih efisien.
"Kalau kita jalankan gamenya langsung, kita tidak perlu repot memikirkan konsistensi yang justru jadi masalah yang diciptakan oleh AI generatif itu sendiri," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Bahkan Microsoft sendiri belum memastikan apakah divisi game-nya, seperti Xbox, bakal menggunakan Muse dalam waktu dekat. Meski Hofmann optimis versi masa depan dari Muse bisa berkembang hingga menciptakan level atau skenario baru di game yang berbeda, tantangan untuk mencapai hal itu tidak main-main.
"Game modern sengaja dibuat unik dengan sistem dan konsep baru yang terus berkembang. Bagi AI, keluar dari pola data latihannya dan benar-benar berinovasi itu hal yang sangat sulit," lanjut Cook.
Jadi, meskipun teknologi ini punya potensi besar, pertanyaan besarnya tetap sama, apakah dunia game benar-benar siap mengandalkan AI dalam proses kreatifnya?
0 Comments





- Sadie Sink Resmi Gabung di Film ‘Spider Man-4’, Jadi Jean Grey Versi MCU?
- Pesawat Air Busan di Korsel Terbakar, Diduga Akibat Powerbank di Kabin
- Drama Distopia Severance Season 2 Kembali Hadir di Apple TV
- Pasang Aplikasi Pinjol Tak Bisa Dihapus, Oppo dan Realme Minta Maaf
- Carrie Underwood Tampil A Cappella di Pelantikan Trump, Nyanyikan Lagu ‘America The Beautiful’
- Heboh! Video Palsu Trump Cium Kaki Musk Bikin Geger Kantor HUD di Washington
- Lisa BLACKPINK Tampil Bak Dewi dengan Gaun Sheer Putih di Premiere The White Lotus Season 3
- Dulu Enggan Menikah, Syifa Hadju Kini Berubah Pikiran Gara-Gara Sosok Ini!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!