HP Bikin Anak Makin Happy? Bisa Asal Gak Main Sosmed!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah perdebatan panjang soal dampak smartphone bagi anak-anak, sebuah survei terbaru dari AS justru menemukan fakta yang mengejutkan.
Punya HP ternyata bisa bikin anak lebih bahagia dan punya kehidupan sosial yang lebih baik-dengan satu syarat yaitu jangan kebanyakan main media sosial!
Studi ini dilakukan oleh Justin Martin dari University of South Florida, yang mensurvei lebih dari 1.500 anak berusia 11-13 tahun di negara bagian Florida. Hasilnya 78% dari mereka punya smartphone, dan menariknya, mereka justru lebih jarang mengalami gejala depresi dan kecemasan dibanding anak yang gak punya HP.
"Kami awalnya berpikir kalau HP bakal membawa dampak negatif, tapi ternyata nggak sesederhana itu," ujarMartin, dikutip dari New Scientist, Selasa, (25/3).
Anak-anak yang memiliki smartphone ternyata lebih sering nongkrong dan ketemu teman secara langsung, dibanding mereka yang gak punya HP. Artinya, anggapan bahwa smartphone bikin anak jadi antisosial ternyata gak sepenuhnya benar.
Tapi ada satu hal yang perlu diwaspadai, ketika HP digunakan buat aktif di media sosial, dampaknya langsung berubah drastis.
Hasil survei menunjukkan bahwa anak-anak yang sering ngepost di sosmed punya risiko dua kali lipat lebih tinggi mengalami gangguan tidur, kecemasan, dan depresi, dibanding mereka yang jarang atau gak pernah ngepost.
Namun, penelitian ini belum bisa memastikan apakah sosmed yang menyebabkan masalah mental, atau justru anak-anak yang sudah bermasalah secara mental lebih sering menggunakan sosmed.
"Kami menyarankan para orang tua untuk membatasi anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial, terutama dalam hal memposting," kata Martin seraya melanjutkan, "Tapi, ya, kita semua tahu betapa sulitnya bilang ke anak-anak 'Kamu boleh pakai Instagram atau TikTok, tapi gak boleh ngepost'."
Menariknya, anak-anak sendiri juga punya pendapat yang berbeda soal dampak media sosial. Sebanyak 34% percaya bahwa sosmed lebih banyak mudaratnya, 33% berpendapat sebaliknya, dan sisanya masih ragu-ragu.
Para peneliti menekankan bahwa smartphone dan media sosial adalah dua hal yang berbeda. Jess Maddox dari University of Alabama menilai bahwa hasil studi ini bisa membuka mata banyak pihak, termasuk orang tua, pendidik, dan politisi, agar lebih fokus ke edukasi digital daripada sekadar melarang.
David Ellis dari University of Bath juga setuju, meski ia menegaskan bahwa masih butuh lebih banyak penelitian sebelum bisa dibuat kebijakan konkret soal penggunaan smartphone untuk anak-anak.
Jadi, kalau mau anak-anak tetap happy dengan HP-nya, mungkin solusinya bukan melarang total, tapi lebih ke mengontrol pemakaian media sosialnya. Gimana menurut kamu, Gen?
0 Comments





- Hadiri Premiere Film You Are the Apple of My Eye, Dahyun TWICE: Saya Suka Makanan Indonesia
- Viral Waria Thailand Tampar Turis Bule, Cuma Gara-Gara Sepeda Motor?
- Aneh! TikToker Ini Buka Puasa Pakai Air Soda Rasa Tomyam, Bikin Netizen Geleng Kepala
- Konser Keshi di Jakarta Dibatalkan, Fans Akui Kecewa Berat
- Heboh Taylor Swift Disoraki di Super Bowl, Ternyata Begini Kejadiannya
- Viral! Wanita di Blitar Tidur di Tengah Jalan Sambil Menangis
- Cara Pakai Glitter Eyeshadow Tanpa Terlihat Lebay
- Karakter AI Ketahuan? Orang Tua Kini Bisa Tahu Bot Apa yang Diajakin Curhat Anak!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!