OpenAI Luncurkan Operator, AI yang Bisa Kerjakan Perintah Tugas Otomatis
JAKARTA - OpenAI kembali membawa inovasi ke level berikutnya dengan meluncurkan fitur baru bernama Operator. Fitur ini dirancang untuk otomatisasi tugas sehari-hari seperti merencanakan liburan, mengisi formulir, memesan restoran, hingga belanja kebutuhan harian, seperti dilansir dari CNBC International.
OpenAI mengumumkan bahwa Operator adalah agen AI yang bisa menjelajah web untuk melakukan tugas-tugas pengguna, dan dilatih untuk memahami serta berinteraksi dengan tombol, menu, atau kolom teks yang sering digunakan di situs web sehari-hari.
Operator juga bisa menanyakan pertanyaan lanjutan untuk menyesuaikan tugas yang dikerjakan. Misalnya, meminta informasi login untuk masuk ke situs tertentu. Namun, pengguna tetap memiliki kendali penuh dan dapat mengambil alih layar kapan saja.
"Operator adalah salah satu agen pertama kami yang merupakan AI yang mampu melakukan pekerjaan untuk anda secara mandiri. Anda memberinya tugas dan dia (Operator) akan menjalankannya," tulis OpenAI dalam postingan resminya pada Kamis, (23/1).
Saat ini, Operator hanya tersedia bagi pengguna ChatGPT Pro di Amerika Serikat seharga $200. Layanan ini dapat diakses melalui situs operator.chatgpt.com. Namun, OpenAI berencana memperluas akses untuk pengguna Plus, Team, dan Enterprise di masa depan, serta mengintegrasikan Operator ke dalam ChatGPT.
Ketika pengguna ChatGPT mengaktifkan Operator, jendela kecil akan muncul yang menunjukkan web khusus yang digunakan agen AI untuk menyelesaikan tugas, beserta penjelasan tindakan spesifik yang dilakukan agen AI.
Selain itu, OpenAI juga memberikan kontrol privasi lebih kepada pengguna. Data dari Operator tidak akan digunakan untuk melatih model AI jika pengguna mematikan fitur "improve the model for everyone". Pengguna juga dapat menghapus semua data penelusuran dan keluar dari semua situs dengan satu klik melalui menu privasi.
Meski terlihat menjanjikan, OpenAI mengakui bahwa Operator masih punya keterbatasan, seperti mengelola kalender atau membuat presentasi.
"Pada situs web yang sangat sensitif, seperti email, Operator memerlukan pengawasan pengguna secara aktif, memastikan pengguna dapat langsung menemukan dan mengatasi potensi kesalahan yang mungkin dibuat model tersebut," tambah OpenAi dalam pernyataan tertulisnya, dikutip dari Techcrunch, Kamis, (23/1).
Operator hadir sebagai pesaing langsung fitur "Computer Use" milik Anthropic, startup AI yang didukung Amazon. Pada Oktober 2024, Anthropic memperkenalkan teknologi serupa yang memungkinkan agen AI-nya menyelesaikan tugas-tugas kompleks di komputer dengan cara yang mirip seperti manusia.
Anthropic mengklaim bahwa alatnya bisa membaca layar, menekan tombol, mengetik teks, menavigasi situs web, dan menjalankan tugas dengan puluhan hingga ratusan langkah.
0 Comments





- Cara Pakai Glitter Eyeshadow Tanpa Terlihat Lebay
- NIKI Gelar Konser Buzz World Tour Jakarta 2025, Ini Rundown dan Keseruannya
- Film "Pernikahan Arwah (The Butterfly House)" Tayang 27 Februari, Hadirkan Nuansa Horor dengan Budaya Tionghoa
- Morning Yoga Bareng Influencer Moms, Healing Asik di Somerset Kencana Jakarta
- Cara Bersihkan Kuas Makeup dan Sponge dengan Benar, Wajah Glowing Tanpa Breakout
- Gebetanmu Nyata atau Hanya Tipuan AI? Ini Fakta Mengejutkannya!
- Charlotte Cut Jadi Tren Potongan Rambut Paling Menawan di Tahun 2025
- ‘Snow White’ Kena Kutukan Box Office? Debut Hanya dengan Keuntungan $43 Juta!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!