Musibah Banjir Belum Ganggu Distribusi Bahan Pangan
JAKARTA- Musibah banjir yang melanda puluhan titik di kawasan Jakarta dan Bekasi sekitarnya belum mempengaruhi distribusi bahan pangan terutama di Jakarta. "Kami memastikan pasokan bahan pangan strategis masih tetap tersedia dan tidak terganggu oleh banjir. Semisal di Pasar Johar, pasokan baik, harga baik," kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo..
Dari hasil pantauan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso di pasar tersebut, katanya, ditemukan harga pangan relatif masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. "Padahal ini pasar turunan yang kedua."
Misal, ia menunjuk harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Johar relatif stabil di antaranya MinyaKita 16 ribu rupiah per liter, telur ayam ras 30 ribu rupiah per kg.
Ia berharap agar bencana alam banjir yang menimpa wilayah Bekasi tidak berdampak pada kenaikan harga pangan.
Meski begitu, ia tak manyangkal adanya komoditas pangan yang harganya naik cukup signifikan seperti cabai rawit merah yang dijual hingga 120 ribu rupiah per kg.
Namun, Arief menekankan bahwa naiknya harga cabai di pasar itu bukan karena dampak dari adanya banjir, tetapi produksi yang terganggu akibat adanya hujan.
"Jadi gini, saya detail kan ya, cabai itu kalau hujan bunganya itu rontok sehingga tidak bisa sampai berbuah," jelasnya.
Arief juga memastikan bahwa pihaknya akan proaktif dalam penyaluran bantuan pangan, khususnya beras, untuk masyarakat yang terdampak banjir di Jakarta dan Bekasi.
Arief menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan cadangan pangan untuk masyarakat yang terdampak bencana dan segera menyalurkannya. "Kita nanti yang akan proaktif, kita yang masuk. Orang sedang musibah, kita nanti yang aktif," katanya.
Setiap daerah yang mengalami musibah atau bencana, termasuk banjir di Jabodetabek, secara otomatis akan mendapatkan bantuan pangan dari Pemerintah terutama beras, yang akan didistribusikan Bapanas melalui Perum Bulog kepada warga terdampak.
Harus Diantisipasi
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhisthira mengatakan, bencana banjir pasti berpengaruh juga pada pasokan bahan pokok, karena terkait dengan lambatnya distribusi barang dari luar Bekasi atau dari Jabodetabek masuk ke Bekasi.
"Hal itu terutama di wilayah perkotaan, apalagi momentumnya Ramadan, sebentar lagi lebaran. Tentunya ada lonjakan harga dan ini harus segera diantisipasi," katanya.
Menurut dia, pemerintah harus mencari solusi cepat. Caranya dengan mempercepat penanganan banjir sehingga air lebih cepat surut dan stok bagan pangan tidak terdampak oleh banjir, baik gudang gudang Bulog, supermarket, maupun pasar pasar tradisional.
"Tempat tempat terjadinya transaksi jual beli dan penyimpanan stok harus secepatnya dipulihkan. Kalau ada banjir harus cepat recovery-nya. Tak hanya itu, harus ada operasi pasar (OP) sehingga masyatakat bisa mengakses bahan pokok di tengah keterbatasan karena banjir," tegas Bhima.
0 Comments





- Bansos Jadi Biang Kerok Mandeknya Pertumbuhan Ekonomi
- Butuh 4 Juta Ton Beras untuk 82,9 Juta Penerima Manfat MBG
- Zelensky Tunggu Ketulusan Rusia Akhiri Perang
- Hore! Pemerintah Tambah 12 Provinsi Lahan Sawah Dilindungi
- Ayo, Ramai-ramai Beralih Mengonsumsi Pangan Lokal
- Hore! BI Tambah Likuiditas Rp80 Triliun
- Hore! Damai Segera Tiba, Gencatan Senjata Rusia-Ukraina di Depan Mata
- Ayo Selamatkan Industri Padat Karya Demi Cegah Pengangguran
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!