Jaga Pencernaan Selama Puasa, Hindari Makanan Pedas dan Bergas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Agar tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa, penting untuk menjaga keseimbangan gizi dan memenuhi kebutuhan cairan. Dietisien dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Fitri Hudayani, mengingatkan agar tidak lupa mengonsumsi minimal delapan gelas air putih setiap hari.
Selain itu, menjaga pola makan yang seimbang saat berbuka dan sahur dapat membantu tubuh tetap fit selama bulan Ramadan. "Makanan yang baiknya dihindari adalah makanan yang terlalu berlemak dan terlalu manis, konsumsi makanan berasal dari bahan yang bervariasi untuk pemenuhan kebutuhan gizi," tambahnya.
Pemilihan makanan yang tepat saat berbuka puasa juga berperan dalam menjaga kesehatan. Fitri menyarankan untuk mengonsumsi makanan manis alami seperti kurma, pepaya, melon, atau buah lain yang memiliki rasa manis. "Setelah sholat maghrib kita bisa mengkonsumsi makan lengkap yang terdiri dari nasi, lauk hewani dan nabati, sayur, buah dan minum air putih," katanya.
Sementara itu, ia juga menegaskan pentingnya menghindari makanan pedas dan bergas guna menjaga kesehatan sistem pencernaan selama berpuasa.
"Untuk menjaga kesehatan pencernaan maka harus membatasi makanan yang dapat mengganggu pencernaan misalnya makanan yang pedas, asam, atau juga buah atau sayur yang bergas," kata Fitri, dilansir dari ANTARA.
Beberapa jenis buah dan sayur yang dapat menghasilkan gas di dalam perut antara lain brokoli, apel, pir, dan pisang. Menghindari makanan ini dapat membantu mencegah gangguan pencernaan yang mungkin timbul saat berpuasa.
Selain pemilihan makanan, Fitri juga menyarankan agar tidak makan dalam jumlah berlebihan hingga merasa terlalu kenyang. Setelah makan, sebaiknya juga menghindari langsung tidur atau berbaring guna menghindari masalah pencernaan.
Makanan yang dikonsumsi saat berpuasa sebenarnya tidak berbeda jauh dengan hari biasa, hanya saja waktu makan terbagi menjadi dua, yakni saat sahur dan berbuka. Oleh karena itu, pemilihan makanan yang bergizi sangat penting untuk menghindari risiko penyakit metabolik seperti peningkatan kadar kolesterol dan gula darah setelah Ramadan.
Dengan menjaga pola makan yang sehat serta menghindari makanan yang berpotensi mengganggu pencernaan, ibadah puasa dapat berjalan dengan lebih nyaman dan tubuh tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
0 Comments





- Daftar 8 Tim Terbaik Siap Bertarung di Perempat Final Liga Champions 2024/25!
- Javier Dorado Meninggal! Perjuangan Sang Bek Real Madrid Melawan Kanker Berakhir
- Viral! Remaja di Lumajang Pamer Nyali Ejek Polisi, Nangis Kejer Saat Ditangkap!
- Profil Lisa Mariana, Model Majalah Dewasa yang Ngaku Punya Anak dari Ridwan Kamil
- Rayakan Ramadan dengan Keistimewaan Singgah Rasa, Aman Djiwa di Hotel Episode Gading Serpong
- Heboh! Penumpang Panik, Bus Transjakarta Terjebak di Perlintasan KA Green Garden
- Perubahan Libur Ramadhan 2025 Dimulai 21 Maret! Simak Jadwal Terbarunya untuk Anak Sekolah!
- As Roma Taklukkan Porto 3-1 dan Melaju Ke 16 Besar Liga Europa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!