Ini Gaya Hidup Sehat yang Dapat Mempengaruhi dalam Menurunkan Risiko Depresi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Depresi memengaruhi sekitar 5% populasi dewasa di dunia dan dapat berdampak serius pada kualitas hidup seseorang, namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada beberapa faktor gaya hidup yang dapat membantu menurunkan risiko gangguan mental ini, termasuk pola makan sehat, aktivitas fisik, dan penggunaan obat-obatan tertentu.
Dilansir dari News Medical Today, sebuah studi yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine pada Februari 2025 meneliti bagaimana berbagai jenis obat diabetes dapat mempengaruhi risiko depresi. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi obat agonis reseptor glukagon-like peptide-1 (GLP-1) seperti Ozempic memiliki risiko depresi 10% lebih rendah dibandingkan mereka yang menggunakan obat diabetes jenis lain, terutama inhibitor dipeptidyl peptidase-4 (DPP4i) seperti Januvia.
Dr. Andres Splenser, seorang endokrinolog di Memorial Hermann yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa hubungan antara obat GLP-1 dan depresi mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap nafsu makan dan suasana hati.
"Suasana hati dan nafsu makan sangat berkaitan erat, misalnya, makan saat stres atau mencari 'makanan penghibur' saat sedih. GLP-1 membantu mengontrol nafsu makan dan rasa kenyang, sehingga pasien dapat membuat pilihan makanan yang lebih baik dan menjadi lebih sehat," kata Dr. Splenser.
Ia juga menambahkan bahwa penurunan berat badan, perbaikan kadar gula darah, dan gejala diabetes yang lebih ringan mungkin berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mental pasien.
Selain obat-obatan, pola makan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Microbiome pada November 2024 menemukan bahwa mengonsumsi satu buah jeruk setiap hari dapat mengurangi risiko depresi hingga 20%.
Penelitian ini, yang menganalisis data dari lebih dari 32.000 wanita dalam Nurses' Health Study II, menunjukkan bahwa manfaat ini mungkin disebabkan oleh perubahan pada mikrobioma usus. Konsumsi buah jeruk meningkatkan jumlah 15 spesies bakteri di usus, termasuk Faecalibacterium prausnitzii, yang diketahui berperan dalam kesehatan mental.
Dr. Raaj Mehta, penulis utama studi ini dari Harvard Medical School, menegaskan bahwa efek ini khusus ditemukan pada buah jeruk.
"Ketika kami melihat konsumsi total buah atau sayuran, atau buah lain seperti apel atau pisang, kami tidak menemukan hubungan yang serupa dengan penurunan risiko depresi," jelasnya.
Penelitian lain yang akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Academy of Neurology ke-77 pada April 2025 menemukan bahwa olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat menurunkan risiko berbagai gangguan neuropsikiatri, termasuk demensia, kecemasan, dan depresi.
Penelitian yang menganalisis data lebih dari 73.000 lansia ini menunjukkan bahwa individu yang secara rutin berolahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai gangguan otak, dengan penurunan risiko berkisar antara 14% hingga 40% dibandingkan mereka yang lebih banyak duduk.
Dr. Jia-Yi Wu, salah satu peneliti utama dari Huashan Hospital Fudan University di Shanghai, menekankan pentingnya perubahan perilaku dan lingkungan untuk mendorong gaya hidup yang lebih aktif.
"Tidak seperti faktor risiko genetik, gaya hidup yang terlalu banyak duduk adalah sesuatu yang dapat kita ubah. Mengurangi waktu duduk dan meningkatkan aktivitas fisik memiliki dampak yang sama pentingnya bagi kesehatan otak," kata Dr. Wu.
Dr. David Merrill, psikiater geriatrik di Providence Saint John's Health Center, menambahkan bahwa temuan ini menegaskan betapa kuatnya efek aktivitas fisik terhadap perlindungan otak.
"Fakta bahwa bahkan tingkat aktivitas fisik yang sedang dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap berbagai kondisi neuropsikiatri, dari demensia hingga depresi, menunjukkan betapa pentingnya bergerak untuk kesehatan otak kita."
Penelitian terbaru semakin menegaskan bahwa faktor gaya hidup seperti pola makan sehat, olahraga teratur, dan penggunaan obat tertentu dapat membantu mengurangi risiko depresi. Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, kita dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.
0 Comments





- Dua Astronot NASA Akhirnya Kembali ke Bumi Setelah Sembilan Bulan di Luar Angkasa
- Ted Lasso Kembali! Apple TV+ Konfirmasi Musim Keempat
- Ingin Memiliki Kulit Sehat, Lembab, dan Terlihat Awet Muda? Gunakan Hyaluronic Acid dengan Teratur!
- Dari Tangis Hingga Jadi Nominasi Oscar, Ariana Grande Ceritakan Perjalanan Emosionalnya di Wicked
- Neymar Cedera! Absen dari Kualifikasi Piala Dunia untuk Perjuangkan Brazil
- Calcutta Cup: Skotlandia Diremehkan, Apakah Inggris Akan Kembali Dipermalukan?
- McLaren Tunjukkan Dominasinya di Tes Pramusim F1 Bahrain
- Pemerintahan Trump PHK Ribuan Pegawai Kesehatan Imbas Anggaran Program ACA Dipangkas
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!