Selamat Tinggal Peperangan, Ukraina-Rusia Diambang Damai
JAKARTA- Perang antara Rusia vs Ukraina bakal segera berakhir. Perundingan dengan Amerika Serikat di Arab Saudi akan berjalan mulus lantaran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memastikan, Selasa (12/3), posisi Kyiv sepenuhnya konstruktif.
"Saya mengapresiasi inisiasi Putra Mahkota mempercepat upaya perdamaian yang sejati. Arab Saudi menyiapkan landasan penting untuk diplomasi, dan kami menghargai ini," kata Zelensky di platform X, menyusul pertemuannya dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Zelensky sudah berada di Kota Jeddah, Arab Saudi, menjelang pembicaraan antara pejabat AS dan Ukraina untuk mencari solusi mengakhiri perang Rusia-Ukraina. "Posisi Ukraina dalam perundingan ini akan sepenuhnya konstruktif," katanya.
Bersama Putra Mahkota, lanjutnya, kami telah berdiskusi secara rinci tentang langkah-langkah dan kondisi yang dibutuhkan untuk mengakhiri perang dan mengamankan perdamaian yang dapat diandalkan dan abadi.
"Saya secara khusus menekankan isu pembebasan tahanan dan pengembalian anak-anak kami, yang dapat menjadi langkah kunci dalam membangun kepercayaan dalam upaya diplomatik."
Sebelumnya, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff mengatakan Zelenskyy telah mengirimkan surat kepada Presiden AS, Donald Trump yang berisi permintaan maaf atas pertikaian di ruang Oval, Gedung Putih, beberapa waktu yang lalu.
Trump sebelumnya telah mengungkap keberadaan surat tersebut dalam pidato bersama di hadapan Kongres AS pekan lalu.
"Banyak diskusi telah berlangsung antara tim kami, pihak Ukraina, serta para pemangku kepentingan dari Eropa yang terlibat dalam pembicaraan ini. Saya melihatnya sebagai sebuah kemajuan," kata Witkoff dalam wawancara dengan Fox News seperti dikutip Antara.
Ia pun berharap kesepakatan dapat dicapai, seraya menambahkan bahwa pernyataan tersebut dia sampaikan hanya beberapa menit sebelum ia bertolak ke Arab Saudi untuk bertemu dengan perwakilan Ukraina.
Pembicaraan Trump dan Starmer
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer pada Senin (10/3) melakukan pembicaraan dengan Presiden AS, Donald Trump via telepon menjelang pertemuan AS-Ukraina di Jeddah.
Starmer mengatakan bahwa para pejabat Inggris telah berbicara dengan para pejabat Ukraina pada akhir pekan lalu, dan mereka tetap berkomitmen pada perdamaian yang langgeng.
Starmer pun berharap agar perundingan di Jeddah tersebut bisa membuahkan hasil positif yang membuat bantuan AS dan kegiatan berbagi intelijen (intelligence sharing) untuk Ukraina kembali dipulihkan.
Selain itu, kedua pemimpin juga membahas tentang kesepakatan ekonomi yang telah mereka diskusikan di Gedung Putih, dan Starmer menyambut baik pembicaraan mendetail yang telah dilakukan untuk mendorong progres kesepakatan tersebut.
0 Comments





- Penertiban Judol Harus Sentuh Aspek Edukasi dan Rahabilitas
- Waduh! Menyiapkan Dokumen Amdal Lebih Rumit dari Disertasi Doktoral
- Potret Kelemahan Sistemik Indonesia: Dari Dwifungsi TNI hingga Kekalahan Timnas
- Donald Trump Terus Dorong Akhiri Perang Akraina-Rusia Lebih Cepat
- Pembangunan Industri Dasar Masih Terkendala Skala Usaha
- Wow, Subsidi dan Kompensasi Gerogoti ABPN Ratusan Triliun Rupiah
- Hore! BI Tambah Likuiditas Rp80 Triliun
- Hore! Damai Segera Tiba, Gencatan Senjata Rusia-Ukraina di Depan Mata
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!