Mengenal Garage Rock Revival, Sub Genre yang Kembali Ramai di Kancah Musik Arus Pinggir Indonesia

D
Daniel R
Penulis
Entertainment
Mengenal Garage Rock Revival, Sub Genre yang Kembali Ramai di Kancah Musik Arus Pinggir Indonesia
Penampilan The Jeblogs. - (Dok. @octaagustfat).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mungkin jika sering menggali musik-musik yang sedang ramai di tanah air, terutama kancah sidestream atau arus pinggir, kamu pernah menemukan musik yang bermodalkan riff gitar yang enerjik, drum yang menggugah, dan suara vokal yang berdistorsi. Musik dengan elemen tersebut bisa dikategorikan sebagai musik garage rock revival, sebuah sub genre yang terinspirasi dari musik garage ala 60-an dan musik punk di era 70-an.

Pada awalnya, garage rock revival banyak diminati di era 2000-an awal. Musik garage rock kembali lahir dengan terbentuknya band-band seperti The Strokes, The White Stripes, The Vines dan The Libertines yang memberikan dampak masif kepada perubahan dinamika musik pada saat itu.

Di tengah kancah musik rock yang semakin luas di era tersebut, garage rock revival datang dan menawarkan musik rock yang minimalis dan sederhana. Menghadirkan suara yang kasar, enerjik, dan mentah, punggawa-punggawa garage rock revival kembali menyajikan musik rock dengan nuansa retro yang tetap segar.

Tentunya musisi-musisi di Indonesia pada era itu juga turut berkontribusi dalam menyambut semangat bermusik yang minimalis. Sebut saja band-band seperti The Brandals dan The SIGIT. The Brandals, yang dibentuk di Jakarta, berhasil memperkenalkan semangat bermusik ala garage rock revival dengan album self-titled perdananya yang dirilis pada tahun 2003. Sedangkan di kota Bandung terdapat The SIGIT yang mengusung gaya musik garage rock dengan sentuhan hard rock dan blues yang lebih agresif layaknya The White Stripes.

iklan gulaku

Pada era 2010-an, musik garage rock revival di Indonesia tidak menjadi pilihan utama di industri sidestream pada saat itu. Bukan karena luput oleh waktu, melainkan karena meledaknya genre dan subgenre yang ramai diperbincangkan di masa itu, seperti indie rock, folk, shoegaze, dream pop, post rock, electronic, synth pop, dan lainnya. Para penggemar musik arus pinggir pada saat itu dapat hadir di sebuah pertunjukkan seperti gigs atau festival yang menampilkan jajaran artis yang memainkan genre beragam.

Namun, memasuki era 2020-an, musik garage rock revival kembali mendapatkan sorotannya di Indonesia. Kebangkitan ini ditandai dengan datangnya The Strokes ke Indonesia untuk pertama kalinya dan bermain di acara We The Fest 2023. Banyak penggemar musik garage rock revival yang antusias dengan datangnya The Strokes ke Indonesia, dilihat dari banyak digelarnya acara tribute The Strokes.

Salah satunya adalah acara tribute dari supergroup The Mets yang beranggotakan musisi-musisi besar di kancah musik lokal, seperti Iga Massardi (Barasuara), Randy Danistha (Nidji), PM Mulyadi (The Brandals), J. Alfredo (Romantic Echoes), Surya Fikri (The Panturas), dan Fadli Fikriawan (.Feast). The Mets, yang lahir karena minat yang sama akan The Strokes, berhasil menerjemahkan semangat bermusik yang simple ke generasi baru sehingga minat akan musik garage rock revival kembali masif.

Masif kembalinya garage rock revival di Indonesia dapat dilihat dari besarnya minat akan band-band garage rock revival generasi baru seperti The Kick dan The Jeblogs. Kedua band ini berhasil menarik perhatian penikmat musik dengan gaya khas mereka yang enerjik dan autentik.

Antusiasme terhadap genre ini juga terlihat dari kolaborasi dan penampilan bersama antara The Kick dan The Jeblogs, seperti yang terjadi pada tanggal 4 Oktober 2024. Penampilan mereka berhasil memukau penonton dan menunjukkan bahwa garage rock revival masih memiliki tempat istimewa di hati para penggemar musik Indonesia.

  • Tag:
  • Band Rock
  • Musik
  • Relationship
  • Long-Distance Relationship
  • LDR
  • Tips LDR

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today