5 Film Adaptasi yang Gagal Menghidupkan Cerita dari Bukunya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Mengadaptasi buku ke dalam film bukanlah tugas yang mudah. Beberapa film berhasil menangkap esensi cerita aslinya, tetapi ada juga yang justru mengecewakan para penggemar. Entah karena perubahan alur, penghapusan elemen penting, atau eksekusi yang kurang matang, beberapa film berikut dianggap gagal sebagai adaptasi dari buku populer.
1. Eragon (2006)
Diadaptasi dari novel "Eragon" karya Christopher Paolini, film ini awalnya diharapkan bisa menjadi awal dari franchise fantasi besar seperti "Harry Potter" atau "The Lord of the Rings". Namun, kenyataannya jauh dari harapan.
Sebagai bagian dari seri "The Inheritance Cycle", "Eragon" memiliki dunia fantasi yang luas dan kompleks. Sayangnya, film ini gagal menghadirkan kedalaman cerita dan karakter sebagaimana yang ada di bukunya. CGI yang kurang meyakinkan, dialog yang lemah, dan banyaknya perubahan dalam alur cerita membuat film ini jauh dari ekspektasi penggemar.
2. The Dark Tower (2017)
Diadaptasi dari seri "The Dark Tower" karya Stephen King, film ini berambisi membawa cerita epik tersebut ke layar lebar. Sayangnya, pendekatan yang diambil justru membuat film ini kehilangan esensi dari materi aslinya.
Seri "The Dark Tower" terdiri dari delapan buku dengan narasi yang kompleks. Namun, film adaptasinya mencoba meringkas keseluruhan kisah dalam durasi kurang dari dua jam. Akibatnya, banyak elemen penting yang dihilangkan, karakter yang kurang berkembang, dan cerita yang terasa terburu-buru. Film ini pun gagal menarik baik penggemar buku maupun penonton umum.
3. Percy Jackson & The Olympians: The Lightning Thief (2010) & Sea of Monsters (2013)
Sebagai salah satu novel fantasi remaja paling populer, "Percy Jackson & The Olympians" memiliki banyak penggemar yang menantikan adaptasinya. Namun, film yang dirilis justru mendapat banyak kritik karena perubahan besar dalam alur dan karakter.
Film adaptasi ini menghilangkan beberapa karakter kunci, mengubah usia tokoh utama, dan menyederhanakan unsur mitologi Yunani yang menjadi daya tarik utama dari buku. Bahkan, Rick Riordan, sang penulis, terang-terangan mengkritik film ini karena dianggap tidak mewakili semangat cerita aslinya. Akibat kegagalannya, franchise ini pun dihentikan sebelum selesai, hingga akhirnya Disney+ membuat ulang versi serialnya yang lebih setia dengan buku.
4. The Golden Compass (2007)
Diadaptasi dari novel "Northern Lights", bagian pertama dari trilogi "His Dark Materials" karya Philip Pullman, film ini diharapkan menjadi pesaing dari "Harry Potter" dan "The Chronicles of Narnia". Namun, hasil akhirnya justru mengecewakan banyak pihak.
Buku "His Dark Materials" memiliki tema mendalam yang mencakup filsafat, politik, dan agama. Namun, film "The Golden Compass" menghilangkan banyak aspek penting tersebut demi membuat cerita lebih "ramah keluarga." Selain itu, ending-nya juga diubah, membuat penggemar buku merasa adaptasi ini kehilangan makna aslinya.
5. World War Z (2013)
"World War Z" adalah novel karya Max Brooks yang berbentuk kumpulan wawancara, memberikan perspektif global tentang dampak serangan zombie. Namun, film adaptasinya memilih pendekatan yang sangat berbeda, yang justru menghilangkan daya tarik utama dari buku aslinya.
Alih-alih mempertahankan format dokumenter dan eksplorasi mendalam tentang reaksi berbagai negara terhadap wabah zombie, film ini lebih fokus pada aksi dan adegan menegangkan khas Hollywood. Hasilnya, meskipun sukses secara finansial, film ini dianggap gagal sebagai adaptasi karena terlalu jauh menyimpang dari sumber aslinya.
Meskipun beberapa film ini memiliki potensi besar karena diangkat dari buku populer, eksekusi yang kurang tepat membuatnya tidak mampu memenuhi ekspektasi penggemar. Hal ini menunjukkan bahwa kesuksesan sebuah novel tidak selalu berujung pada kesuksesan di layar lebar, terutama jika elemen penting dari cerita aslinya tidak dipertahankan.
0 Comments





- Film "Snow White" Diprediksi Raup Keuntungan di Pekan Perdana Penayangan
- Cate Blanchett Tidak Ingin Acara Penghargaan Disiarkan di Televisi
- Kolaborator Avicii Luncurkan Pertunjukan Teater Interaktif Berbasis Musik Sang DJ
- Adobe Memperkenalkan Inovasi Berbasis AI di Lightroom untuk Mendukung Kreativitas
- Trump dan Putin Akan Bahas Gencatan Senjata Ukraina dan Pembagian Wilayah
- Elon Musk Diduga Manfaatkan Kontrak Pemerintah untuk Privatisasi Layanan Antariksa
- Ilmuwan Asal Inggris Kembangkan Teknologi VR untuk Atasi Ketakutan Berbicara di Depan Umum
- Medvedev Lolos ke Perempat Final Dubai Setelah Kalahkan Mpetshi Perricard
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!