Penggunaan AI Akibatkan Tingkat Pengangguran di Sektor IT Amerika Serikat Naik Jadi 5,7 Persen

D
Daniel R
Penulis
Techno
Penggunaan AI Akibatkan Tingkat Pengangguran di Sektor IT Amerika Serikat Naik Jadi 5,7 Persen
Ilustrasi. - (Dok. The Hill).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tingkat pengangguran di sektor teknologi informasi (IT) meningkat dari 3,9 persen pada Desember 2024 menjadi 5,7 persen pada Januari 2025, jauh di atas tingkat pengangguran AS yang berada di angka 4 persen. Kenaikan ini menunjukkan dampak negatif dari otomatisasi dan penggunaan kecerdasan buatan atau AI terhadap pasar kerja di bidang teknologi.

Menurut laporan dari firma konsultan Janco Associates yang mengacu pada data Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah pekerja IT yang menganggur meningkat dari 98 ribu pada Desember menjadi 152 ribu pada Januari.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa ekonomi AS menambah 143 ribu pekerjaan pada Januari, meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Menurut CEO Janco Associates, Victor Janulaitis, salah satu penyebab berkurangnya pekerjaan di bidang IT adalah perkembangan AI. Meskipun perusahaan teknologi besar banyak berinvestasi dalam infrastruktur AI, hal ini tidak selalu menciptakan lebih banyak pekerjaan di bidang IT.

iklan gulaku

"Pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif, seperti pelaporan dan administrasi kantor, semakin berkurang karena AI. Banyak perusahaan juga mulai mengurangi jumlah programmer dan desainer sistem dengan harapan bahwa AI dapat menggantikan mereka dan memberikan keuntungan yang lebih besar," jelas Janulaitis, dikutip dari Wall Street Journal, Senin (10/2).

Investasi besar dalam AI juga mendorong perusahaan untuk mengurangi perekrutan karyawan baru dalam beberapa bidang yang dapat diotomatisasi, strategi yang mulai dikenal sebagai penghindaran biaya. Alih-alih merekrut pekerja untuk tugas-tugas tertentu, perusahaan memilih untuk mengandalkan AI agar lebih hemat biaya.

Tren ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya pengangguran di kalangan pekerja kantoran, yang kini berada di level tertinggi sejak 2020, menurut Cory Stahle, ekonom dari situs pencarian kerja Indeed.

"Kami melihat perbedaan yang semakin jelas dalam peluang kerja. Permintaan untuk pekerja kantoran semakin menurun, sementara pekerjaan yang memerlukan keahlian langsung justru lebih dibutuhkan," kata Stahle.

Sebagai contoh, jumlah lowongan kerja baru di bidang pengembangan perangkat lunak di Indeed turun 8,5 persen pada Januari dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, setelah pemutusan hubungan kerja atau PHK besar-besaran di sektor teknologi pada 2023, angka ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Meski demikian, masih ada perusahaan teknologi yang tetap merekrut pekerja IT. Di Santa Clara, California, perusahaan keamanan cloud Netskope sedang mencari tenaga kerja untuk posisi teknis seperti insinyur data, analis data, dan insinyur operasi cloud.

Namun, beberapa perusahaan lain justru mulai mengurangi anggaran dan melakukan PHK. Meta, misalnya, mengumumkan akan memangkas 5 persen karyawannya dalam evaluasi berbasis kinerja, sementara Workday akan mengurangi sekitar 8,5 persen tenaga kerjanya.

Selain itu, beberapa pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi terjadi karena perusahaan mulai menerapkan pemotongan anggaran yang telah direncanakan sejak tahun lalu, kata Janulaitis.

  • Tag:
  • AI
  • Techno
  • Berita Duka
  • Meninggal Dunia
  • Preman Pensiun
  • Kang Gobang

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi