JAKARTA, GENVOICE.ID - Warga di sejumlah wilayah Lampung dihebohkan oleh kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Fenomena tersebut langsung viral di media sosial setelah banyak warga merekam dan membagikan video penampakannya.
Dari rekaman yang beredar, benda bercahaya itu terlihat melintas selama lebih dari 30 detik dengan cahaya terang yang mencolok. Penampakan tersebut memicu berbagai spekulasi, mulai dari dugaan meteor, komet, hingga benda buatan seperti roket atau rudal.
Wawan (40), warga Lampung Selatan, mengaku terkejut saat melihat fenomena tersebut. Ia menyebut cahaya yang muncul sangat terang dan belum pernah ia lihat sebelumnya.
Penjelasan ilmiah kemudian disampaikan oleh Institut Teknologi Sumatera melalui Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Kepala OAIL, Annisa Novia Indra Putri, memastikan bahwa objek tersebut bukan meteor maupun komet.
Menurut Annisa, benda bercahaya itu kemungkinan besar merupakan sampah antariksa dari sisa peluncuran roket yang terbakar saat kembali memasuki atmosfer Bumi. Ia menilai hal itu dari karakteristik gerakan objek yang relatif lebih lambat dibandingkan meteor.
Fenomena tersebut juga terekam oleh kamera all sky yang terpasang di lingkungan kampus Itera. Berdasarkan data OAIL, objek itu muncul sekitar pukul 19.59 WIB.
Annisa menambahkan, ada kemungkinan sebagian kecil sisa benda tersebut jatuh ke permukaan Bumi. Namun, masyarakat diminta tidak perlu khawatir karena sebagian besar material akan terbakar akibat gesekan dengan atmosfer.
Informasi dari situs pelacakan satelit menunjukkan bahwa pada tanggal yang sama, sisa badan roket CZ-3B R/B milik China memang melintas di atas wilayah Indonesia bagian barat. Objek tersebut berada di orbit dengan ketinggian ratusan kilometer dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung menyatakan hingga Sabtu malam belum menerima laporan terkait dampak dari kejadian tersebut.
Di sisi lain, fenomena langit sepanjang April 2026 memang cukup beragam. Sejumlah komet seperti C/2026 A1 (MAPS) dan C/2025 R3 (PanSTARRS) diperkirakan melintas dan berpotensi terlihat dari Bumi. Selain itu, hujan meteor Lyrid juga dijadwalkan terjadi pada pertengahan hingga akhir April.
Meski demikian, kemunculan benda bercahaya di Lampung dipastikan bukan bagian dari fenomena tersebut, melainkan berasal dari aktivitas manusia di luar angkasa berupa sampah antariksa.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!