Canggih! Robot Pembasmi Hama Ini Gantikan Pestisida Stroberi, Sekarang Dibiayai 5,5 Juta Dolar AS!

Canggih! Robot Pembasmi Hama Ini Gantikan Pestisida Stroberi, Sekarang Dibiayai 5,5 Juta Dolar AS!
- (Dok. Tech Crunch).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Stroberi mungkin menjadi buah beri paling populer di Amerika Serikat, baik di kalangan konsumen maupun petani. Namun di balik manisnya, stroberi juga menyimpan masalah besar, buah ini secara konsisten masuk dalam daftar "Dirty Dozen" milik Environmental Working Group, yakni daftar produk paling terkontaminasi pestisida. Kini, sebuah startup asal California bernama TRIC Robotics hadir menawarkan solusi radikal, tanpa pestisida, tanpa bahan kimia, dan tanpa merusak tanaman.

Dilansir dari Tech Crunch, tempat robot ini berbasis di San Luis Obispo, TRIC Robotics menciptakan robot otonom seukuran traktor yang memanfaatkan cahaya UV-C, jenis cahaya ultraviolet yang secara alami disaring oleh atmosfer bumi, untuk membunuh bakteri dan merusak siklus hidup hama. Robot ini bisa mengolah hingga 100 hektare lahan, dan dilengkapi dengan vakum khusus yang mampu menyedot residu serangga tanpa melukai tanaman.

Alih-alih menjual robotnya, TRIC menawarkan layanan penyemprotan hama berbasis robot yang dijalankan semalam hari,sebuah model bisnis yang dipilih karena mirip dengan sistem jasa pengendalian hama kimia yang sudah biasa digunakan para petani. CEO dan co-founder Adam Stager mengatakan bahwa mendesain robot hanya setengah dari tantangan; memahami bagaimana teknologi ini masuk ke dunia pertanian nyata jauh lebih krusial.

Namun TRIC Robotics tidak selalu berfokus pada pertanian. Saat didirikan pada 2017, perusahaan ini justru mengembangkan robot cetak 3D untuk keperluan SWAT. Baru pada 2020, Stager memutuskan untuk melakukan pivot besar-besaran.

"Saya benar-benar hanya ingin menjawab pertanyaan, kalau saya mati besok, apakah saya akan puas dengan pencapaian saya? Saya ingin melakukan sesuatu yang punya dampak nyata untuk banyak orang. Tanpa sengaja saya menemukan dunia pertanian, dan menyadari di situlah kita bisa memberi dampak paling luas," ungkap Stager.

Dari situlah perjalanan baru dimulai. Melalui program Departemen Pertanian AS (USDA), Stager menemukan teknologi UV-C yang belum dikomersialkan dan langsung menjadikannya fondasi dari robot TRIC. Bersama co-founder Vishnu Somasundaram, ia membangun dua robot pertama di garasi rumah dan membawanya keliling negeri menggunakan SUV sambil menginap dari Airbnb ke Airbnb selama delapan bulan.

Berbekal dua koneksi petani yang diberikan USDA, TRIC memulai uji coba lapangan di 2021. Kini, perusahaan telah bermitra dengan empat produsen stroberi besar, memiliki sembilan robot aktif, dan sedang menyiapkan tiga unit tambahan.

Keberhasilan ini juga menarik minat investor. TRIC baru saja meraih pendanaan awal (seed funding) sebesar 5,5 juta Dolar AS, dipimpin oleh Version One Ventures dan diikuti oleh berbagai firma modal ventura lainnya seperti Garage Capital, Todd and Rahul Capital, dan Lucas Venture Group.

Dana ini akan digunakan untuk memperluas armada robot TRIC dan memperluas layanan ke jenis tanaman lain di luar stroberi.

"Saya percaya masa depan teknologi pertanian sangat cerah," ujar Stager. "Orang-orang perlu tahu bahwa semuanya sedang bergerak ke arah yang sangat positif, dan masih banyak hal luar biasa yang akan datang."

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE