Ini yang Akan Terjadi Ketika Pasangan Baru Tak Cocok dengan Lingkungan Pertemananmu
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dulu, memperkenalkan pacar baru berarti membawanya ke rumah orang tua dan membiarkan mereka bertanya-tanya soal niatnya. Tapi sekarang, yang harus mereka taklukkan justru adalah teman-teman kita.
Dilansir dari Independent, dalam banyak pergaulan, ketika seseorang membawa pasangan baru, mereka otomatis menjadi topik pembicaraan utama. Apakah mereka nyambung di tongkrongan? Cocokkah dengan teman kita? Apakah mereka "layak"? Faktanya, teman-teman sering kali memiliki standar lebih tinggi daripada keluarga, karena mereka yang akan menghabiskan waktu bersama pasangan baru itu dalam jangka panjang. Tapi, bagaimana kalau pasangan baru ini tidak klik dengan teman-teman kita?
Contoh nya adlah Keira, 34 tahun, punya pengalaman buruk soal ini. Salah satu sahabatnya menikah dengan pria yang sejak awal tak pernah berusaha dekat dengan geng mereka.
"Setiap kali kami kumpul, dia lebih memilih pakai headphone atau menonton olahraga di ponselnya daripada ngobrol dengan kami," katanya.
Awalnya, Keira dan teman-temannya mengira dia hanya pemalu, tapi lama-lama terasa lebih seperti sikap tidak peduli. Kini, setelah bertahun-tahun menikah, sikapnya tetap sama, bahkan sampai menciptakan ketegangan dengan beberapa anggota geng.
"Jadi kayak ada bayangan aneh dalam persahabatan kami," tambahnya.
Menurut Jess, 32 tahun, masuk ke dalam grup pertemanan yang sudah lama terbentuk memang sulit.
"Ada banyak lelucon internal, kode-kode tertentu, dan candaan yang hanya dimengerti oleh teman-teman lama."
Pasangan baru harus bisa menemukan keseimbangan antara keselarasan dan keramahan tapi tidak terlalu mendominasi, percaya diri tapi tidak sombong, aktif bertanya tapi juga mau mendengar. Tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah.
Meskipun begitu, senior psikoterapis Alivia Rose menyarankan agar pasangan baru tetap menjadi diri sendiri.
"Jangan berusaha tampil berlebihan hanya demi disukai, karena itu sulit dipertahankan dalam jangka panjang," katanya.
Di media sosial, banyak orang curhat tentang pasangan teman yang sulit mereka terima, dimulai dari yang terlalu sombong, memiliki pandangan politik berbeda, hingga yang suka pamer bahwa mereka membuat terapisnya menangis. Menurut Jess, ketika teman-teman tidak menyukai pasangan kita, mereka cenderung berhenti mengajak pasangan tersebut dalam acara kelompok dan lebih memilih bertemu kita secara pribadi. Akibatnya, kita perlahan-lahan kehilangan sebagian dari kehidupan sosial kita.
Tak jarang, seseorang yang tahu pasangannya kurang disukai teman-temannya menjadi lebih waspada dan berhati-hati dalam berbicara. Mereka juga bisa mulai mengubah sikap agar suasana lebih nyaman, meskipun itu terasa canggung.
"Bukan hal yang menyenangkan saat melihat teman kita jadi tegang dan sibuk mencari alasan atas perilaku pasangannya," ujar Jess.
Terkadang, orang merasa perlu 'melatih' pasangannya agar lebih bisa diterima di lingkaran pertemanan mereka. Namun, menurut Rose, itu bukan langkah yang tepat.
"Jika kita merasa harus mengajari pasangan bagaimana bersikap, itu bisa membuat mereka merasa dikritik dan dihakimi."
Sebaliknya, dia menyarankan agar kita membiarkan segalanya berjalan alami dan menerima konsekuensinya. Jika memang tidak cocok, mungkin memang tidak bisa dipaksakan.
Selain itu, ada baiknya kita berhati-hati dalam membagikan cerita tentang pasangan kepada teman-teman.
"Sering kali, kita lebih banyak membicarakan kekurangan pasangan dibanding kelebihannya," kata Rose.
Akibatnya, teman-teman lebih sulit untuk menerima pasangan kita, karena yang mereka dengar hanyalah hal buruk.
Namun, saat teman-teman menyukai pasangan kita, rasanya luar biasa.
"Saya pernah bertemu pacar teman yang langsung terasa seperti kawan baru buat saya," kata Jess.
Memang, tidak harus jadi sahabat dekat, tapi setidaknya bisa duduk makan bersama tanpa canggung atau kebosanan. Yang terpenting, baik pasangan maupun teman seharusnya bisa bersikap terbuka dan saling menghargai. Pada akhirnya, jika teman-teman adalah orang yang baik, mereka pasti akan berusaha menerima orang yang kita cintai.
0 Comments





- Iftar di Coventry Building Society Arena Dipuji Sebagai Acara yang Penuh Kehangatan dan Kebersamaan
- Kontroversi Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun: Dugaan Hubungan di Masa Lalu Gegerkan Industri Hiburan
- Grand Iftar Bristol Kembali, Kini Digelar di Dalam Masjid untuk Pengalaman yang Lebih Berkesan
- Cambridge Folk Festival 2025 Dibatalkan Usai Alami Kerugian Drastis
- Apple Cider Vinegar Tampilkan Sisi Gelap Wellness Influencer dengan Soundtrack Berkelas
- Wanda Sykes dan Kampanye Kesadaran Kanker Payudara di Super Bowl
- Aston Villa Gaet Asensio dan Axel Disasi, Siap Menggebrak Liga Inggris
- Leo/Bagas Gagal Juara di All England 2025, Kim/Seo Rebut Gelar Usai Duel Ketat
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!