Indonesia Siap Gaspol ke 75 GW Energi Hijau, PLTS Jadi Senjata Utama
Indonesia punya kesempatan emas buat ngejar target 75 gigawatt (GW) energi baru terbarukan (EBT) sebelum 2035, dan menurut laporan terbaru Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) jadi opsi paling realistis buat mewujudkannya.
Analis CREA, Katherine Hasan, menegaskan pentingnya percepatan proyek-proyek energi hijau yang prospektif. "Kalau Indonesia serius, kapasitas energi terbarukan bisa naik sampai empat kali lipat dalam dekade ini. Bahkan bisa lebih dari target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2030!" ujarnya.
Saat ini, dari target 45 GW, ada sekitar 16,5 GW proyek PLTS yang masuk kategori prospektif. Angka ini lima kali lebih besar dari yang direncanakan dalam JETP CIPP (3,1 GW) dan 30% lebih tinggi dari target RUKN 2030 yang cuma 12,8 GW.
Ngintip pengalaman Vietnam dan Tiongkok, mereka sukses ngegas proyek energi surya dalam waktu singkat. Indonesia masih punya peluang buat ngikutin jejak mereka sebelum 2035.
Sementara itu, tenaga angin masih tertinggal. Menurut data Global Energy Monitor (GEM), proyek angin yang tercatat baru 2,5 GW, padahal target RUKN 2030 adalah 4,8 GW.
Buat nutup gap ini, Indonesia butuh regulasi yang bisa menarik investor biar proyek angin makin menarik secara finansial.
"Kalau kita bisa memetakan dan mengeksekusi proyek energi surya dan angin yang realistis sebelum 2030, target RUKN bakal mudah dilewati!" tambah Katherine.
Saat ini, proyek-proyek energi hijau totalnya mencapai 45 GW, termasuk yang udah masuk tahap konstruksi, pra-konstruksi, atau masih dalam pengumuman.
Tapi ada tantangan besar: dari total 45 GW, baru 30,6 GW yang punya jadwal pembangunan jelas. Sisanya, 13,6 GW (termasuk 10,7 GW surya, 1,8 GW angin, dan 1,1 GW panas bumi) masih belum ada kejelasan kapan bakal mulai dibangun.
Kalau proyek-proyek ini bisa dieksekusi dengan baik, kapasitas pembangkit listrik Indonesia bisa naik jadi 58,5 GW atau 77% dari target RUKN 2035 yang sebesar 75,6 GW. Tapi tetap, buat sampai ke sana, Indonesia masih butuh tambahan 18 GW lagi!
PLTS di Indonesia Punya Potensi Gede Banget
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, bilang kalau potensi PLTS di Indonesia tuh gede banget-bisa sampai 3,3 terawatt (TW) hingga 20 TW! Rata-ratanya aja 7,7 TW.
Bahkan, studi IESR dan BloombergNEF (BNEF) nunjukin kalau PLTS yang dikombinasikan dengan Battery Energy Storage System (BESS) bisa ngasih harga listrik yang lebih murah dibandingkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) setelah 2030.
"PLTS + BESS ini bakal jadi opsi listrik paling murah buat Indonesia. Kalau PLN jeli, mereka bakal lebih untung bangun PLTS + BESS skala besar ketimbang terus bertahan sama pembangkit thermal," jelas Fabby.
Tapi ada beberapa tantangan besar yang harus dihadapi:
- Mitos soal intermitensi PLTS - Padahal, dengan teknologi sekarang, ini udah bukan masalah besar.
- PLTU masih jalan terus - Harga batubara yang disubsidi bikin PLTU kelihatan lebih murah.
- Kontrak pembangkit thermal IPP - Sistem take or pay bikin pengoperasian listrik jadi kurang fleksibel.
Kuncinya? Indonesia harus reformasi regulasi, bikin kebijakan yang mendukung, dan modernisasi sistem kelistrikan biar PLTS + BESS bisa berkembang pesat. Kalau semua hambatan ini bisa diselesaikan, masa depan listrik Indonesia bakal jauh lebih hijau dan murah.
0 Comments





- Pendanaan Negara Mesti Lebih Efektif Biar Ekonomi Melesat
- Event "Lagi-Lagi Tenis Internasional" Akan Suguhkan Pertandingan Artis Indonesia dengan Selebriti Korsel, Ada Raffi Ahma...
- Danantara Harus Diawasi Secara Ketat Biar Nggak Jadi Skandal Megakorupsi BLBI Jilid 2
- Nuri Sahin Dipecat Borussia Dortmund Buntut Kalah di Liga Champions
- Jangan Terlena, PDB Meroket Bukan Jaminan Rakyat Hidup Enak
- Resmi! Ini Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas U-20 Indonesia di Piala Asia U-20 2025
- Calon Mendag AS Gaspol Soal Tarif Impor, Siap Gebuk Tiongkok!
- Film Desa Mati The Movie Siap Bikin Merinding Penonton di Bioskop Mulai 6 Maret
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!