JAKARTA, GENVOICE.ID - Selasa malam, 18 November 2025, lini masa media sosial mendadak riuh oleh satu pertanyaan yang sama: X kenapa tidak bisa dibuka?
Gelombang keluhan mulai muncul sekitar pukul 18.30 WIB, dan hanya dalam setengah jam laporan melonjak tajam hingga 1.800 kasus. Masalah terus meningkat, mencapai lebih dari 2.800 laporan pada pukul 20.15 WIB, mulai dari layanan yang benar-benar tidak bisa diakses, pesan error, masalah konektivitas, hingga aplikasi yang gagal melakukan loading.
Tidak hanya X yang terdampak. Sejumlah situs dan layanan global yang bergantung pada sistem Cloudflare ikut tumbang, termasuk Down Detector dan ChatGPT. Ketika pengguna mencoba mengakses layanan tersebut, muncul notifikasi yang tidak biasa: "Silakan buka blokir challenges.cloudflare.com untuk melanjutkan."
Gangguan yang meluas ini ternyata berakar pada satu sumber: masalah internal di Cloudflare, penyedia infrastruktur jaringan dan keamanan web asal San Francisco yang menjadi tulang punggung jutaan layanan internet.
Cloudflare mengonfirmasi insiden ini pada pukul 11.48 UTC atau sekitar 18.48 WIB. Mereka menyebut adanya degradasi layanan yang berdampak pada beberapa sistem secara berkala. Dalam pernyataannya, Cloudflare menjelaskan bahwa tim teknis sedang fokus untuk memulihkan layanan dan akan memberikan pembaruan segera setelah perbaikan dapat dilakukan.
Upaya pemulihan terus berjalan hingga malam hari. Pada pukul 13.58 UTC atau 20.58 WIB, Cloudflare melaporkan bahwa pekerjaan perbaikan masih berlangsung. Situasi yang sama terjadi hingga pukul 21.22 WIB. Barulah menjelang pukul 21.57 WIB, Cloudflare mengumumkan bahwa solusi telah diterapkan dan insiden diyakini sudah teratasi.
Meski layanan mulai kembali normal, peristiwa ini menjadi pengingat betapa luasnya pengaruh satu perusahaan infrastruktur internet terhadap layanan digital di seluruh dunia. Sebuah kesalahan kecil pada sistem inti dapat menimbulkan efek domino yang dirasakan jutaan pengguna dalam hitungan menit.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!