Detik-Detik Gondola Tersangkut Badai! Satu Pekerja Tewas, Rekannya Luka di Apartemen Surabaya Barat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Surabaya, Senin (2/3/2026) siang, berubah menjadi tragedi di ketinggian.
Dua petugas pembersih kaca gedung atau gondola terjebak saat badai datang tiba-tiba. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat namun mengalami luka.
Korban meninggal diketahui bernama Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru 7/16 Surabaya. Rekannya, Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru 8/73, berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan langsung dirujuk ke RS William Booth untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan para pekerja sebenarnya sudah berinisiatif menghentikan pekerjaan. Langit di sekitar Tower D2 - Waterplace Residents dan Apartemen Ascot terlihat mendung gelap, tanda hujan akan turun.
Mereka berusaha turun sebelum cuaca memburuk. Namun upaya itu tak sempat tuntas. Angin kencang lebih dulu menghantam gondola yang menggantung di dinding gedung. Alat tersebut terombang-ambing hebat, membuat para pekerja kehilangan kendali.
Dalam rekaman video yang beredar, tubuh salah satu pekerja terlihat menghantam dinding gedung saat tersangkut tali pengaman. Benturan keras diduga menjadi penyebab korban meninggal dunia.
Rokhim menyebut, sebenarnya terdapat lebih dari dua pekerja yang bertugas karena setiap gondola umumnya diisi dua orang. Namun saat insiden terjadi, hanya dua pekerja yang berada di posisi paling atas dan menjadi korban.
Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran bersama BPBD dan petugas internal gedung segera melakukan evakuasi. Setelah proses penyelamatan rampung, pihaknya berkoordinasi dengan pengelola apartemen untuk segera mengangkat gondola agar tidak membahayakan warga sekitar.
Data dari Command Center 112 Surabaya juga mencatat para petugas gondola sempat terombang-ambing cukup lama sebelum akhirnya berhasil dievakuasi. Hingga kini, insiden tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan risiko pekerjaan di ketinggian, terutama ketika cuaca ekstrem datang tanpa kompromi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!