Ternyata Ini Penyebab Pesta Babi Dilarang untuk Disiarkan!

Ternyata Ini Penyebab Pesta Babi Dilarang untuk Disiarkan!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pembubaran acara nonton bareng film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" di sejumlah daerah sempat bikin banyak orang bingung.

Apalagi di satu sisi tidak ada larangan resmi dari pemerintah, tapi di sisi lain kegiatan tersebut tetap dihentikan di beberapa tempat.

Salah satu alasan utama yang muncul adalah soal izin dan prosedur. Film tersebut diketahui belum mengantongi sertifikat lulus sensor dari Lembaga Sensor Film, padahal sesuai aturan, setiap film yang diputar untuk publik wajib melewati proses tersebut.

Karena itu, pemutaran film di ruang publik dianggap belum memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Pihak aparat pun mengimbau agar masyarakat lebih bijak dan tidak sembarangan menyebarkan atau menayangkan konten yang belum melalui proses resmi.

Selain faktor administratif, alasan lain yang sering muncul adalah soal menjaga kondusivitas. Di beberapa kampus, pihak rektorat menghentikan acara nobar dengan pertimbangan agar situasi tetap aman dan tidak menimbulkan polemik di lingkungan kampus.

Hal ini tidak lepas dari isi film yang memang cukup sensitif. Dokumenter tersebut membahas isu besar terkait proyek pembangunan di Papua dan dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan. Tema seperti ini dinilai berpotensi memicu perdebatan atau bahkan konflik jika tidak disikapi dengan hati-hati.

Di beberapa kasus lain, pembubaran juga terjadi karena adanya kekhawatiran soal narasi yang dianggap tidak seimbang atau berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. ()

Meski begitu, penting dipahami bahwa tidak semua daerah melarang pemutaran film ini. Ada juga kampus atau komunitas yang tetap menggelar nobar tanpa hambatan, yang menunjukkan bahwa kebijakan di lapangan bisa berbeda-beda tergantung situasi dan pertimbangan masing-masing pihak.

Dari berbagai penjelasan yang ada, bisa disimpulkan bahwa pembubaran nobar "Pesta Babi" bukan karena satu alasan tunggal. Ada kombinasi faktor, mulai dari masalah izin, kekhawatiran soal dampak sosial, sampai sensitivitas isi film yang memang cukup berat.

Itulah yang membuat kasus ini jadi ramai diperbincangkan, karena tidak hanya soal filmnya, tapi juga menyentuh isu yang lebih luas seperti kebebasan berekspresi dan batasannya di ruang publik.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE