Jalan Kwitang Kembali Dibuka Pasca Demonstrasi, Sisa Gas Air Mata dan Puing Masih Berserakan

Jalan Kwitang Kembali Dibuka Pasca Demonstrasi, Sisa Gas Air Mata dan Puing Masih Berserakan
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, yang berada tepat di depan Markas Komando (Mako) Brimob, kembali dibuka untuk kendaraan umum pada Sabtu (30/8), setelah sempat ditutup imbas aksi demonstrasi besar yang berlangsung sehari sebelumnya.

Dilansir dariAntara, pada pukul 11.22 WIB menunjukkan bahwa jalur yang menghubungkan kawasan Pasar Senen dengan Monumen Nasional (Monas) kini sudah dapat dilintasi baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sebelumnya, ruas jalan ini ditutup total karena massa aksi memenuhi sepanjang Jalan Kwitang Raya sebagai bentuk protes atas insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dalam demonstrasi yang terjadi Kamis (28/8).

Meskipun sudah dibuka, kondisi jalan belum sepenuhnya bersih. Masih banyak puing-puing batu dan pecahan benda keras berserakan di sepanjang aspal, diduga sisa dari bentrokan antara aparat dan demonstran malam sebelumnya.

Pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, diimbau untuk melaju dengan ekstra hati-hati. Selain karena kondisi jalan yang belum steril, masih tercium sisa gas air mata yang cukup menyengat di sekitar kawasan, membuat pengendara merasa perih di mata saat melintas.

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tertabrak kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat kerusuhan pecah di kawasan Pejompongan, Kamis (28/8).

Menurut keterangan saksi mata, Affan sedang berada di tengah kerumunan massa saat rantis Brimob melaju dengan kecepatan tinggi, diduga dalam upaya menembus atau keluar dari kerumunan. Peristiwa tragis tersebut memicu kemarahan luas di masyarakat dan menjadi penyulut utama demonstrasi lanjutan di depan Mako Brimob.

Hingga Sabtu siang, aparat kepolisian masih berjaga di beberapa titik strategis sekitar Jalan Kwitang Raya dan kawasan Senen. Beberapa petugas kebersihan juga terlihat mulai membersihkan sisa-sisa kericuhan di lokasi.

Pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terbaru terkait penyelidikan insiden yang menyebabkan kematian Affan. Sementara itu, kelompok masyarakat sipil dan komunitas ojek online terus mendesak dilakukannya investigasi transparan dan penegakan hukum terhadap pelaku atau pihak yang bertanggung jawab.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan mengimbau warga sekitar dan pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika tidak memiliki keperluan mendesak, masyarakat disarankan menghindari area Kwitang dan sekitarnya hingga kondisi benar-benar kondusif.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE