Terbongkar Juga! Dugaan "Main Dapur" di Program MBG Jadi Biang Kerok Dadan Dicopot

Terbongkar Juga! Dugaan "Main Dapur" di Program MBG Jadi Biang Kerok Dadan Dicopot
- (Dok. Istimewa).

Pencopotan Dadan Hindayana dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional ternyata bukan sekadar pergantian biasa. Di balik keputusan itu, ada cerita yang perlahan mulai terkuak ke publik. Salah satu yang paling disorot adalah dugaan praktik jual beli dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, atau yang lebih dikenal sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis.

Kabar ini bukan sekadar rumor. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, secara terbuka mengakui bahwa dugaan tersebut memang menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong keputusan pencopotan itu. Ia menyebut kemungkinan besar informasi terkait praktik tersebut sudah sampai ke Presiden dari berbagai sumber.

Meski tidak dijelaskan secara rinci bagaimana praktiknya terjadi, sinyal yang diberikan cukup jelas. Dugaan jual beli titik dapur atau SPPG dianggap sebagai salah satu masalah serius di balik program yang seharusnya membantu pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto disebut menginginkan program Makan Bergizi Gratis berjalan tanpa celah penyimpangan. Program ini menggunakan uang rakyat, sehingga harus benar-benar dikelola dengan transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Hal ini juga jadi pengingat bahwa niat baik saja tidak cukup. Program sebesar ini butuh manajemen yang rapi dan pengawasan ketat. Jika tidak, justru membuka peluang bagi oknum untuk memanfaatkan celah yang ada. Dudung sendiri menekankan bahwa sistem pengelolaan harus diperbaiki agar tidak ada lagi praktik menyimpang di kemudian hari.

Pencopotan Dadan pun akhirnya menjadi bagian dari evaluasi besar yang dilakukan pemerintah terhadap Badan Gizi Nasional. Keputusan itu diambil setelah proses pemantauan dan penilaian kinerja para pimpinan BGN.

Kini, posisi Kepala BGN sudah diisi oleh Nanik S Deyang. Pergantian ini diharapkan jadi langkah awal untuk membenahi sistem sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tersebut.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE