Mama Sinta Ngaku Dikelabui Film "Pesta Babi", Kini Pilih Dukung Proyek Besar di Papua
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kisah Mama Sinta kembali mencuri perhatian setelah pengakuannya soal film dokumenter Pesta Babi ramai diperbincangkan.
Sosok perempuan adat dari Merauke, Papua Selatan ini mengungkap cerita yang membuka sisi lain dari perjalanan sikapnya selama ini.
Mama Sinta, yang memiliki nama lengkap Yasinta Moiwend, mengaku kecewa karena merasa dirinya dibawa ke dalam narasi yang tidak sepenuhnya ia pahami. Ia menyebut awalnya diajak untuk ikut menyuarakan penolakan terhadap proyek lumbung pangan nasional di Papua Selatan oleh sejumlah pihak pendamping.
Seiring waktu, pernyataan yang ia sampaikan justru menyebar luas hingga menjadi viral di media sosial. Bahkan, tanpa sepengetahuannya, wajah dan suaranya muncul dalam film dokumenter Pesta Babi. Hal ini membuatnya merasa kaget karena tidak pernah memberikan izin atas penggunaan tersebut.
Pengalaman itu menjadi momen penting bagi Mama Sinta. Ia mengaku merasa dimanfaatkan karena keterlibatannya tidak memberikan dampak nyata bagi kehidupannya. Setelah melalui berbagai kegiatan, ia merasa tidak mendapatkan hasil yang bisa membantu kondisi ekonomi keluarganya.
Kondisi hidup sehari-hari menjadi alasan yang kuat dalam perubahan sikapnya. Mama Sinta menyampaikan bahwa rumahnya sudah tidak layak dan perlu diperbaiki. Ia juga memikirkan kebutuhan anak-anaknya yang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dari situ, ia mulai mengambil keputusan sendiri tanpa bergantung pada kelompok sebelumnya. Ia memilih untuk tidak lagi terlibat dengan pihak yang dulu mendampinginya dan ingin mencari peluang kerja yang lebih jelas.
Kini, Mama Sinta menyatakan dukungannya terhadap proyek food estate yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan. Ia berharap program tersebut bisa membuka kesempatan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!