Makanan Pedas Bikin Ketagihan? Ini Rahasia di Baliknya yang Jarang Diketahui!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa yang nggak suka makanan pedas? Dari sambal terasi, seblak, hingga mie goreng level pedas, banyak orang Indonesia yang nggak bisa makan tanpa tambahan rasa pedas.
Tapi pernah nggak sih, kamu bertanya-tanya kenapa makanan pedas bisa begitu menggoda meskipun kadang bikin keringetan, hidung meler, dan mulut terasa terbakar? Dilansir dari Delish, mari kita bahas alasannya!
Rasa pedas yang kita rasakan berasal dari senyawa bernama capsaicin, yang terdapat dalam cabai. Capsaicin ini bekerja dengan menstimulasi reseptor nyeri di mulut, sehingga otak menganggapnya sebagai sensasi terbakar-padahal, sebenarnya nggak ada luka atau panas sungguhan.
Capsaicin diukur dalam Scoville Heat Units (SHU), skala yang menentukan seberapa pedas suatu cabai. Misalnya, cabai rawit yang sering kita temui di Indonesia punya tingkat kepedasan sekitar 50.000-100.000 SHU, sementara cabai terpedas di dunia, seperti Carolina Reaper, bisa mencapai lebih dari 1,6 juta SHU!
Kenapa Orang Suka Makanan Pedas?
Meskipun rasanya seperti "menyiksa", makanan pedas justru bikin banyak orang ketagihan. Fenomena ini disebut benign masochism, yaitu mencari pengalaman menantang yang sebenarnya nggak berbahaya, mirip seperti naik roller coaster atau menonton film horor.
Saat makan pedas, tubuh merespons dengan melepaskan endorfin, hormon kebahagiaan yang memberikan sensasi euforia dan mengurangi rasa sakit. Itulah sebabnya, setelah melewati kepedasan, kita justru merasa puas dan ingin mencobanya lagi.
Selain itu, ada faktor sosial. Makanan pedas sering dianggap sebagai simbol keberanian atau ketahanan, makanya banyak orang ikut-ikutan tren "tantangan pedas", baik di media sosial maupun dalam keseharian, seperti makan mie instan level 10 atau ayam geprek ekstra pedas.
Toleransi Pedas Bisa Dilatih
Buat yang belum terbiasa makan pedas, jangan khawatir! Sensitivitas terhadap capsaicin bisa berkurang jika kita sering mengonsumsi makanan pedas. Semakin sering makan pedas, tubuh akan semakin terbiasa, dan lama-kelamaan kita butuh tingkat kepedasan yang lebih tinggi untuk merasakan sensasi yang sama.
Banyak pecinta pedas di Indonesia yang bahkan nggak bisa makan tanpa sambal. Bagi mereka, makanan tanpa pedas rasanya hambar dan kurang menggugah selera.
Apakah Makanan Pedas Bisa Bikin Kecanduan?
Meskipun sering disebut "bikin ketagihan", sebenarnya kecanduan makanan pedas nggak sama seperti kecanduan alkohol atau narkoba. Lebih tepatnya, ini adalah preferensi yang kuat. Kalau seseorang sudah terbiasa dengan makanan pedas, mereka cenderung merasa kurang puas kalau makanannya nggak ada sensasi pedasnya.
Namun, kalau kamu ingin mengurangi konsumsi pedas, caranya cukup simpel: berhenti atau kurangi sedikit demi sedikit. Seiring waktu, lidah akan kembali sensitif terhadap rasa pedas, dan kamu nggak lagi merasa harus selalu menambahkan sambal ke setiap makanan.
Makanan pedas bukan cuma soal rasa, tapi juga pengalaman yang menantang dan menyenangkan. Sensasi terbakar di mulut ternyata memicu pelepasan hormon bahagia, yang bikin kita terus kembali mencarinya. Ditambah lagi, budaya Indonesia yang lekat dengan sambal dan makanan pedas membuat banyak orang nggak bisa makan tanpa sensasi ini.
Jadi, kamu tim pedas atau nggak? Seberapa level pedas yang bisa kamu tahan?
0 Comments





- 10 Tips Mudah untuk Naik Pesawat dengan Balita
- Rugikan Rp193 Triliun, Dirut PT Pertamina Jadi Tersangka Kasus Korupsi Oplos BBM
- Sering Terjadi! 6 Tanda Seseorang Lagi Mikirin Kamu Diam-Diam
- 3 Strategi Ampuh Agar Bisnis Kecil Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
- 10 Hal yang Harus Dihindari Saat Haid Agar Tetap Nyaman dan Bebas Nyeri
- 10 Tempat Wisata Murah di Jogja yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Idul Fitri
- Indonesia Kirim 12 Ton Bantuan ke Myanmar, TNI Siap Bantu Korban Gempa!
- Pelantikan Serentak 961 Kepala Daerah oleh Presiden Prabowo
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!