Tren Tukar dan Beli Baju Bekas di Irlandia, Solusi untuk Fast Fashion

N
Nayla Shabrina
Penulis
Beauty
Tren Tukar dan Beli Baju Bekas di Irlandia, Solusi untuk Fast Fashion
- (Dok. Teen Vogue).

Mulai Januari 2025, aturan baru Uni Eropa akan mulai diberlakukan dengan mewajibkan negara anggota untuk memisahkan pengumpulan tekstil untuk digunakan kembali atau didaur ulang. Aturan ini mencakup pakaian, seprai, karpet, hingga kasur.

Hal itu turut diimplementasikan oleh seorang wanita Irlandia, Mary Fleming, mengubah hidupnya setelah melihat dampak buruk mode cepat (fast fashion).

Dilansir dari The Guardian, saat berlibur di Kenya, Fleming menyaksikan tumpukan besar pakaian bekas di tepi sungai yang hampir meluap ke dalam air. Pemandangan itu menyadarkannya akan konsekuensi dari konsumsi pakaian yang berlebihan.

Kini, di usia 34 tahun, Fleming memimpin kampanye untuk mengurangi limbah pakaian dengan cara menukar, memperbaiki, dan mendaur ulang pakaian bekas melalui organisasi nirlaba bernama Change Clothes dengan slogan uniknya yaitu 'Because secondhand is feckin' grand (Karena baju bekas itu keren)'

iklan gulaku

Change Clothes menawarkan tempat penukaran baju di Dublin serta mengadakan pop-up shop dan lokakarya di berbagai tempat di Irlandia. Pengunjung dapat menukar, menyewa, atau membeli pakaian bekas, sekaligus belajar memperbaiki atau mendaur ulang pakaian yang sudah usang.

"Begitu mereka belajar, mereka sangat bangga. Sebenarnya, ini sangat mudah dan seharusnya lebih banyak orang tahu," ungkap Fleming, dilansir dari The Guardian, Senin, (13/1).

Setelah semakin banyak pengunjung, Change Clothes baru-baru ini pindah ke lokasi baru di Thomas Street, Dublin. Selain melayani penukaran pakaian, organisasi ini juga mengadakan pasar malam dan lokakarya kreatif, seperti membuat kostum Halloween, dekorasi Natal, hingga karangan bunga.

"Banyak sekali orang yang datang, kami hanya butuh lebih banyak tempat," kata Fleming seraya melanjutkan, "Ini telah berkembang sangat cepat, jadi siapa yang tahu di mana kita berada dalam beberapa tahun."

Untuk menggunakan layanan Change Clothes, pelanggan cukup membayar biaya €5 (sekitar Rp80.000) untuk mendapatkan slot 30 menit. Mereka bisa menukar pakaian dalam kondisi bagus dengan token, yang kemudian dapat digunakan untuk memilih barang di rak toko.

Ada juga opsi lain dengan menyewa pakaian, misalnya dengan biaya sekitar €10 (Rp170.000) per minggu. Bahkan, Fleming menyewakan gaun pengantinnya sendiri di toko ini.

Ketika pakaian berlebih yang masih bagus akan disumbangkan ke pusat-pusat pengungsian atau bantuan hidup, pakaian yang rusak parah akan diselamatkan dengan cara mendaur ulangnya menjadi barang lain seperti spanduk atau alas meja.

  • Tag:
  • Artificial Intelligence
  • teknologi
  • Tesla

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today