Makin Canggih! Startup Ini Manfaatkan AI untuk Percepat Proses 'Due Diligence'
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jaringan investor global Keiretsu Forum, yang memiliki sponsor dan startup di wilayah Philadelphia, baru saja mengumumkan peluncuran K4-MST AI FastTrak Due Diligence Engine. Teknologi kecerdasan buatan ini dirancang untuk memangkas waktu pembuatan laporan awal, memungkinkan investor untuk lebih fokus dalam menentukan apakah sebuah perusahaan layak untuk didanai.
Dilansir dari Technical.ly, menurut Howard Lubert, Presiden Keiretsu Forum wilayah Mid-Atlantic, ekosistem startup di Philadelphia berkembang pesat berkat hubungan erat antara investor dan pendiri bisnis. Namun, proses due diligence sering menjadi hambatan utama.
"Startup berbasis Philadelphia akan mendapatkan umpan balik lebih cepat, investor dapat menangani lebih banyak kesepakatan, dan perusahaan dengan potensi tinggi bisa memperoleh pendanaan lebih cepat," ujar Lubert kepada Technical.ly.
Laporan due diligence membutuhkan waktu 80 hingga 120 jam untuk diselesaikan. Dengan bantuan AI, waktu tersebut bisa dipangkas hingga setengahnya. Teknologi ini mampu membaca ratusan dokumen, merangkumnya, dan memberikan anotasi yang mengacu pada file asli.
Keiretsu melatih mesin AI ini dengan laporan due diligence dari berbagai sektor. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah melakukan lebih dari dua lusin uji coba bersama investor dan startup lokal, termasuk Actuated Medical, perusahaan perangkat medis yang berbasis di Bellefonte.
Keamanan Data Tetap Terjaga Salah satu aspek utama dari sistem ini adalah keamanan data. Mesin AI yang digunakan tidak mencari informasi tambahan dari internet, melainkan hanya mengolah data yang telah diberikan oleh perusahaan dalam deal room mereka.
"AI kami hanya menggunakan data yang berasal dari dokumen yang diunggah oleh perusahaan. Tidak ada informasi dari luar yang dimasukkan ke dalam laporan," jelas Lubert.
Meskipun AI semakin populer, Lubert mengungkapkan bahwa tidak banyak teknologi yang sesuai dengan kebutuhan Keiretsu. Sebagian besar alat yang ada lebih cocok untuk proses merger dan akuisisi, bukan untuk due diligence startup tahap awal yang membutuhkan estimasi valuasi yang akurat.
Setelah melakukan pencarian, Keiretsu akhirnya menemukan Standd.io, perusahaan AI yang mengembangkan platform khusus untuk due diligence. Perusahaan yang sedang menjalani evaluasi dapat mengunggah semua dokumen mereka ke dalam platform online. AI kemudian merangkum informasi tersebut dalam satu file yang dapat diunggah ke dalam sistem. Hanya dalam waktu 10 hingga 20 menit, sistem ini menghasilkan laporan due diligence lengkap dengan anotasi dan tautan ke dokumen asli untuk verifikasi lebih lanjut.
Dengan teknologi ini, investor dapat menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengumpulkan informasi dan lebih banyak waktu untuk mendiskusikan serta mempertimbangkan keputusan investasi mereka secara matang.
"Kami berharap ini akan meningkatkan minat investor untuk bergabung dalam tim due diligence, karena mereka tidak perlu lagi berkomitmen waktu yang terlalu besar," tutup Lubert.
0 Comments

- Kesempatan Emas bagi Startup Philadelphia, Shark Tank Hadir di Kota Ini!
- Wow! Ribuan Pendaftar Gagal, Hanya 2.066 yang Lolos pada SNBP Unsri 2025
- Alan Cumming Ditunjuk sebagai Pembawa Acara BAFTA TV Awards 2025
- Kisah Inspiratif Andrea Pais, Dari Imigran Tanpa Jaringan hingga Menjadi CEO Startup Medis
- Geger! Tenda Parkiran Pemudik di Pelabuhan Ciwandan Roboh Diguyur Hujan Lebat
- Kisah Inspiratif Katlin Smith, Jual Mobil dan Habiskan Tabungan Demi Bangun Usahanya, Kini Berhasil Raih Jutaan Dolar
- Dari ‘Like A Movie’ Hingga ‘Insomnia’, Berikut Perjalanan Musik dan Karya Terbaik Wheesung
- Angka Kelahiran di Jepang Catat Rekor Terendah, Populasi Kian Mengkhawatirkan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!