Mengenal Hipotermia, Penyakit yang Mengancam di Suhu Dingin
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hipotermia adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika suhu tubuh manusia turun di bawah 35 derajat celcius akibat paparan suhu dingin yang ekstrem. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh dan berpotensi mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Hipotermia umumnya terjadi akibat terpapar suhu dingin dalam waktu lama, baik saat berada di lingkungan bersalju, mendaki gunung, atau terkena angin kencang yang mempercepat hilangnya panas tubuh. Pakaian yang tidak cukup hangat atau dalam kondisi basah juga dapat memperburuk risiko hipotermia, terutama jika tubuh tidak mampu menghasilkan panas yang cukup untuk menjaga suhu normal. Selain itu, jatuh atau tercebur ke dalam air dingin dapat mempercepat penurunan suhu tubuh, menyebabkan hipotermia berkembang lebih cepat.
Gejala hipotermia bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Pada tahap awal, seseorang mungkin mengalami menggigil, kulit pucat, serta kesemutan di jari tangan dan kaki. Selain itu, kebingungan ringan dan kesulitan berbicara juga bisa terjadi. Jika kondisi terus memburuk, tubuh akan berhenti menggigil, koordinasi tubuh menjadi semakin buruk, dan detak jantung serta pernapasan melambat. Pada tahap yang lebih lanjut, penderita dapat mengalami kehilangan kesadaran, kulit berubah warna menjadi biru atau abu-abu, dan denyut nadi melemah hingga sulit ditemukan.
Menangani hipotermia membutuhkan langkah-langkah cepat dan tepat. Pertama, korban harus segera dipindahkan ke tempat yang lebih hangat untuk mengurangi paparan suhu dingin. Jika pakaian yang dikenakan basah, sebaiknya segera diganti dengan pakaian yang kering dan hangat. Untuk membantu meningkatkan suhu tubuh, korban dapat dibalut dengan selimut atau diberi kantong pemanas, tetapi harus dihindari paparan panas langsung seperti api karena dapat menyebabkan luka bakar. Jika masih dalam kondisi sadar, penderita dapat diberikan minuman hangat, namun bukan minuman yang mengandung alkohol atau kafein, karena dapat memperburuk kondisi. Jika gejala terus memburuk atau korban mengalami kehilangan kesadaran, bantuan medis harus segera dihubungi untuk penanganan lebih lanjut.
Pencegahan hipotermia sangat penting bagi mereka yang sering beraktivitas di lingkungan bersuhu rendah. Mengenakan pakaian berlapis, menjaga tubuh tetap kering, serta selalu membawa perlengkapan darurat seperti selimut termal dapat membantu mencegah kehilangan panas tubuh secara berlebihan. Dengan memahami risiko dan cara mengatasi hipotermia, seseorang dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan mengurangi kemungkinan dampak yang berbahaya bagi kesehatan.
0 Comments





- Perputaran Ekonomi di Balik Tradisi Mudik, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- Patrick Dempsey Dipastikan Absen dari "Scream 7"
- Android Tambahkan Dukungan Auracast untuk Alat Bantu Dengar
- Arab Saudi Bertransformasi Menjadi Pusat Dunia Teknologi Regional
- Menelusuri Zaman Feodal Jepang Melalui Game "Assassin's Creed Shadows"
- Aksi Lucu Adam Sandler Jadi Sorotan di Oscar 2025
- Kebakaran Klub Malam di Makedonia Utara Tewaskan 59 Orang, 15 Ditahan
- Kasus Narkoba Menjerat Anggota Manajemen, Persiba Balikpapan Angkat Bicara
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!