"Snow White" Kuasai Box Office, Tapi Bisakah Disney Dapatkan Keungunan Lebih?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Film live-action Disney, "Snow White", tampil sebagai yang teratas di box office dengan perolehan 16 juta dolar AS dari penayangan hari Jumat dan sesi pratinjau di 4.200 bioskop. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi awal, di mana film yang dibintangi Rachel Zegler dan Gal Gadot ini diproyeksikan meraih lebih dari 45 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaannya.
Jika mencapai angka tersebut, "Snow White" akan mencatatkan debut terbesar kedua tahun ini, hanya di bawah film Disney lainnya, "Captain America: Brave New World". Namun, seperti film Marvel tersebut, "Snow White" memiliki anggaran produksi yang sangat besar, melebihi 250 juta dolar AS. Artinya, film ini harus mampu menarik penonton dalam jumlah besar untuk bisa mencapai keuntungan.
Beberapa film keluarga Disney sebelumnya berhasil bertahan lama di bioskop, seperti "Mufasa: The Lion King" yang meskipun mendapat ulasan negatif, mampu bertahan dan meraup lebih dari 250 juta dolar AS di Amerika Utara serta 700 juta dolar AS secara global. Sebaliknya, ada juga kegagalan seperti "Dumbo" (2019), yang hanya menghasilkan 114 juta dolar AS di pasar domestik dan 353 juta dolar AS secara global, padahal biaya produksinya lebih rendah dari "Snow White", yaitu 170 juta dolar AS.
"Snow White" perlu mengulang kesuksesan "Mufasa" untuk bisa dianggap sukses secara finansial. Namun, film ini tidak memiliki keuntungan periode liburan seperti prekuel "Lion King" yang rilis saat Natal. Ulasan kritikus cenderung negatif, meskipun penonton yang sudah menontonnya memberikan respons lebih positif. CinemaScore mencatatkan rating "B+", mengindikasikan penerimaan yang cukup baik.
Film ini juga menjadi perbincangan panas di media sosial, bahkan membuat Disney membatasi akses pers saat pemutaran perdana.
Di sisi lain, Warner Bros. harus menghadapi hasil yang mengecewakan untuk "The Alto Knights", film drama mafia yang dibintangi Robert De Niro dalam peran ganda sebagai dua bos gangster berbeda di New York. Film ini hanya meraup 1,17 juta dolar AS dari penayangan hari Jumat dan sesi pratinjau di 2.651 bioskop.
Film ini mengalami nasib serupa dengan "Mickey 17", film Warner Bros. lainnya yang gagal di box office dua minggu lalu. "The Alto Knights" disutradarai oleh Barry Levinson, seorang sutradara pemenang penghargaan, dan memiliki anggaran produksi lebih rendah, yaitu 45 juta dolar AS. Namun, film ini tampaknya kurang menarik perhatian penonton secara signifikan.
0 Comments





- Selena Gomez dan Benny Blanco Rilis Lagu Baru dengan Video Musik yang Unik
- 'Captain America' Bertahan di Atas 'Last Breath' saat Bioskop Sepi Selama Akhir Pekan Oscar
- Presiden Prabowo Subianto Ikuti Tren Velocity Bersama Warga di Open House Idulfitri 2025
- Viral Video Warga Hadang Kereta Api di Batubara, Ini Penyebabnya
- India Tertinggal dalam Perlombaan AI Global, Bisakah Menyusul AS dan China?
- Rasio Pinggang-Panggul dan Diet Sehat Dapat Meningkatkan Kesehatan Otak di Usia Tua
- Oscar 2025: Persaingan Ketat, Kejutan BAFTA, dan Prediksi Pemenang
- Dokumenter ‘No Other Land’ Menang Oscars, Sutradara Sampaikan Seruan Kuat untuk Perdamaian Palestina
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!