Demonstrasi "Indonesia Gelap" Masih Berlangsung, Ini Tuntutan Mahasiswa
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gerakan mahasiswa kembali menggema di berbagai daerah dengan aksi "Indonesia Gelap" yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat dan semakin memperburuk kondisi sosial, ekonomi, serta pendidikan di Indonesia.
Latar Belakang dan Tuntutan
Koordinator Pusat BEM SI, Satria, menyatakan bahwa aksi "Indonesia Gelap" mencerminkan kecemasan dan keresahan mahasiswa terhadap program-program pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.
"Aksi ini menjadi bentuk protes besar terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, terutama dalam bidang pendidikan, agraria, serta keadilan sosial," ujar Satria, dikutip dari Antara.
Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan 11 tuntutan utama, yaitu:
- Mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis serta menolak pemangkasan anggaran pendidikan.
- Mencabut Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak berpihak pada rakyat dan mendorong pelaksanaan reforma agraria sejati.
- Menolak revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang dianggap membungkam kritik di lingkungan akademik.
- Menghapuskan multifungsi TNI dalam sektor sipil yang berpotensi menciptakan represi dan menghambat demokrasi.
- Mengesahkan RUU Masyarakat Adat guna memberikan perlindungan hukum atas tanah dan kebudayaan mereka.
- Mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang dianggap merugikan sektor pendidikan dan kesehatan.
- Mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan tidak dijadikan alat politik.
- Merealisasikan anggaran tunjangan kinerja dosen guna meningkatkan kesejahteraan akademisi.
- Mendesak pengesahan Perppu Perampasan Aset untuk mengatasi korupsi dan kejahatan ekonomi.
- Menolak revisi Undang-Undang TNI, Polri, dan Kejaksaan yang berpotensi memperkuat impunitas aparat.
- Melakukan reformasi menyeluruh terhadap kepolisian untuk menghilangkan budaya represif dan meningkatkan profesionalisme.
Strategi Aksi dan Mobilisasi Mahasiswa
Dalam surat instruksi yang disebarkan oleh BEM SI, mahasiswa di seluruh Indonesia diinstruksikan untuk menggelar aksi serentak dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin, 17 Februari - Selasa, 18 Februari: Aksi serentak di daerah masing-masing.
- Rabu, 19 Februari - Kamis, 20 Februari: Aksi terpusat di tingkat nasional.
Melalui gerakan ini, mahasiswa berharap dapat mendorong evaluasi total terhadap kebijakan pemerintahan saat ini yang dianggap perlu dikritisi secara mendalam.
Dampak dan Respons Publik
Aksi "Indonesia Gelap" telah menarik perhatian publik dan memunculkan beragam reaksi. Beberapa pihak mendukung gerakan ini sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah, sementara yang lain mengkhawatirkan eskalasi demonstrasi menjadi lebih besar jika tuntutan mahasiswa tidak direspons secara serius.
Hingga saat ini, aksi masih berlangsung, dan mahasiswa menegaskan akan terus turun ke jalan hingga tuntutan mereka didengar oleh pemerintah. Publik menantikan bagaimana respons dari pihak berwenang terhadap aksi ini serta apakah kebijakan yang dipermasalahkan akan dievaluasi kembali demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
0 Comments





- 3 Zodiak yang Akan Mengalami Perubahan Besar di Akhir 2025
- Bebas Lapor SPT! Cek Kriteria Ini, Mungkin Anda Termasuk!
- Emas Melesat Lagi! Harga Tembus Rp1,709 Juta per Gram per 5 Maret!
- Restoran di ASHTA District 8 yang Wajib Dicoba!
- Tragedi Mudik! Mobil Pemudik Ditabrak Kereta di Sukoharjo, 4 Orang Meninggal Dunia
- Swiss-Belinn Kemayoran Hadirkan Promo Kuliner Ramadhan dengan Lebih dari 70 Hidangan Nusantara
- Ancol Kembali Gratiskan Tiket Masuk Selama Ramadan 2025
- Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan "Semarak Ramadan" dengan Promo Spesial
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!