Ratusan Ribu Orang di Serbia Turun ke Jalan, Tuntut Keadilan atas Tragedi Novi Sad!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Belgrade mendadak berubah jadi lautan manusia! Pada Sabtu, (15/3) lalu, lebih dari 325.000 orang memadati ibu kota Serbia dalam aksi protes terbesar sepanjang sejarah negara itu.
Mereka turun ke jalan bukan tanpa alasan, melainkan karena amarah rakyat memuncak setelah tragedi ambruknya stasiun Novi Sad yang menewaskan 15 orang.
Pemerintah Serbia memang bersikeras menyebut jumlah demonstran hanya 107.000 orang, tapi laporan independen dari Public Meeting Archive mengatakan jumlahnya bisa jauh lebih besar dari 325.000.
Di balik kerumunan itu, tuntutan rakyat jelas: keadilan dan transparansi. Mereka menuding korupsi dan pembangunan asal-asalan sebagai penyebab runtuhnya kanopi kaca dan beton di stasiun yang baru direnovasi pada 2022, proyek yang, kebetulan, diresmikan langsung oleh Presiden Aleksandar Vucic.
Awalnya, gerakan ini dipelopori mahasiswa. Tapi seiring berjalannya waktu, taxi driver, petani, pengacara, hingga veteran militer ikut bergabung dalam aksi yang dikenal sebagai "15th for 15", melambangkan tanggal protes dan jumlah korban tragedi.
Mereka berkumpul di empat titik di Belgrade, termasuk Republic Square yang penuh sesak. Sebagian bahkan naik ke patung Prince Mihajlo, ikon pertemuan klasik warga Belgrade, sementara yang lain memanjang hingga Students' Square.
Tak hanya itu, di depan National Assembly, suasana semakin panas saat pengendara motor berhadapan langsung dengan traktor dari kamp pendukung pemerintah. Seolah belum cukup tegang, para veteran militer datang dengan gegap gempita, bersumpah bakal menangkap siapa saja yang berani menyerang para mahasiswa.
Meski 16 orang, termasuk mantan Menteri Konstruksi Goran Vesic, sudah dikenai dakwaan, belum ada satupun kasus yang benar-benar dibawa ke pengadilan.
"Kami sudah mengalami sedikit kemajuan. Tapi sampai saat ini, belum ada satupun tuntutan kami yang benar-benar dipenuhi," ujar seorang mahasiswa dari Fakultas Filsafat Universitas Belgrade, dikutip dari BBC pada Minggu, (16/3).
"Beberapa politisi telah mengundurkan diri dari jabatan mereka, tetapi mereka tidak dipecat. Kita belum melihat apa pun selain janji-janji kosong," tambah mahasiswa lainnya.
Dengan amarah yang belum padam, aksi protes ini kemungkinan besar belum akan berakhir dalam waktu dekat. Jika Vucic terus bersikeras mempertahankan kekuasaannya, Serbia mungkin akan menghadapi gejolak yang lebih besar lagi di masa depan.
0 Comments





- Tips Double Moisturizing Bikin Kulit Auto Lembut dan Glowing
- Bukan Cuma Gaya, Ini Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau dari Akarnya
- Teknologi Baru Ini Bisa Pindai Wajah 3D dari Kejauhan Ratusan Meter
- Final Destination 6: Bloodlines, Bakal Tayang 16 Mei 2025
- Kelihatan Fresh Tanpa Usaha, Coba Tren No-Makeup Makeup Look Ini!
- Ternyata Pakai Lip Balm Terus Bisa Bikin Bibir Kering Parah, Ini Alasannya!
- Longsor Besar di Sichuan Nyaris Menelan Korban, Tapi Semua Selamat!
- NIKI Gandeng Reality Club dan Sarah Kinsley Tampil Konser di Asia
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!