Yusril Buka Suara soal Film "Pesta Babi", Sebut Kritik di Dalamnya Masih Wajar

Yusril Buka Suara soal Film "Pesta Babi", Sebut Kritik di Dalamnya Masih Wajar
- (Dok. Lokawarta).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak melarang kegiatan nonton bareng atau nobar film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Menurut Yusril, masyarakat sebaiknya diberi ruang untuk menyaksikan dan mendiskusikan isi film tersebut secara terbuka. Ia juga menilai kritik yang disampaikan dalam dokumenter itu masih dalam batas wajar, meski mengandung narasi yang dianggap provokatif oleh sebagian pihak.

Yusril mengatakan judul film "Pesta Babi" memang terdengar kontroversial dan kemungkinan dibuat untuk menarik perhatian publik. Namun, hal tersebut dinilai tidak seharusnya langsung memicu pelarangan atau pembatasan pemutaran.

Ia menegaskan masyarakat boleh menonton, kemudian membahas maupun memperdebatkan isi film secara demokratis. Menurutnya, diskusi terbuka justru dapat membuat publik lebih kritis terhadap isu yang diangkat.

Film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" diketahui menyoroti proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan. Dokumenter tersebut mengangkat persoalan lingkungan hidup, pembukaan lahan berskala besar, serta dampaknya terhadap masyarakat adat di wilayah Papua.

Terkait kritik yang muncul melalui film itu, Yusril menyebut pemerintah dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.

Ia menjelaskan pembukaan lahan di Papua Selatan sebenarnya sudah dimulai sejak 2022 pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Program tersebut kemudian dilanjutkan pemerintahan saat ini sebagai bagian dari proyek ketahanan pangan dan energi nasional.

Meski begitu, Yusril menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang mungkin terjadi dalam implementasi proyek strategis nasional.

Belakangan, pemutaran film "Pesta Babi" sempat menuai polemik setelah sejumlah agenda nobar di beberapa daerah dilaporkan mengalami pembubaran. Menanggapi hal itu, Yusril membantah adanya instruksi resmi dari pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk melarang pemutaran film tersebut.

Menurut dia, sejumlah kegiatan nobar di lokasi lain tetap berlangsung tanpa gangguan. Karena itu, ia menilai pembubaran di beberapa tempat bukan merupakan kebijakan terpusat dari pemerintah.

Film "Pesta Babi" sendiri digarap oleh Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale bersama WatchDoc dan sejumlah organisasi lainnya. Dokumenter ini pertama kali diputar dalam gala premiere di Jakarta pada April 2026 dan hingga kini masih diputar melalui forum nobar komunitas di berbagai daerah.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE