Viral! Mama Sinta Bongkar Kisah Sebenarnya, Dari Penolakan Kini Pilih Dukung Proyek Besar di Papua Selatan

Viral! Mama Sinta Bongkar Kisah Sebenarnya, Dari Penolakan Kini Pilih Dukung Proyek Besar di Papua Selatan
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Cerita Mama Sinta belakangan ini ramai dibicarakan publik. Sosok perempuan adat dari Merauke, Papua Selatan ini dikenal sebagai pejuang lingkungan yang sempat menyuarakan penolakan terhadap proyek lumbung pangan nasional. Namun perjalanan sikapnya ternyata tidak sesederhana yang terlihat di permukaan.

Mama Sinta, yang memiliki nama lengkap Yasinta Moiwend, kini menyampaikan bahwa dirinya sudah mengambil keputusan baru terkait Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan. Ia memilih untuk memberikan dukungan terhadap program tersebut setelah melalui berbagai pengalaman yang menurutnya cukup berat.

Awalnya, Mama Sinta mengaku ikut terlibat dalam gerakan penolakan pembukaan lahan bersama kelompok masyarakat adat. Keterlibatan itu terjadi karena adanya ajakan dari sejumlah pihak yang mendorongnya untuk menyuarakan aspirasi terkait lingkungan dan tanah adat.

Dalam perjalanannya, pernyataan yang ia sampaikan justru menyebar luas di media sosial. Bahkan, tanpa ia ketahui sebelumnya, wajah dan ceritanya ikut dimasukkan ke dalam sebuah film dokumenter berjudul Pesta Babi. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman karena tidak pernah memberikan izin atas penggunaan tersebut.

Pengalaman itu menjadi titik penting yang mengubah pandangannya. Mama Sinta merasa dirinya tidak mendapatkan manfaat nyata dari keterlibatan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa selama mengikuti berbagai kegiatan, ia hanya menerima dukungan terbatas dan tidak membawa perubahan berarti bagi kehidupannya.

Di sisi lain, kondisi kehidupan sehari-hari menjadi alasan kuat dalam pengambilan keputusan barunya. Ia menceritakan bahwa rumahnya membutuhkan perbaikan dan belum layak untuk ditempati. Selain itu, kebutuhan hidup keluarga, termasuk pekerjaan bagi anak-anaknya, menjadi perhatian utama yang ingin segera ia atasi.

Dengan pertimbangan tersebut, Mama Sinta kini berharap adanya peluang kerja dan dukungan nyata dari pemerintah serta perusahaan yang terlibat dalam proyek. Ia melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

Keputusan ini sekaligus menandai perubahan arah sikapnya. Mama Sinta menyatakan sudah tidak lagi bergabung dengan kelompok yang sebelumnya mendampinginya dalam gerakan penolakan. Ia memilih melangkah dengan keputusan pribadi yang menurutnya lebih sesuai dengan kebutuhan hidup saat ini.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE