Heboh! Sosok di Balik Film "Pesta Babi" Tiba-Tiba Putar Haluan, Mama Sinta Ungkap Fakta yang Bikin Kaget
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Mama Sinta kembali jadi sorotan setelah kisahnya diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi.
Sosok perempuan adat dari Merauke, Papua Selatan ini sebelumnya dikenal vokal dalam menyuarakan isu lingkungan dan penolakan proyek besar di wilayahnya. Namun perjalanan ceritanya ternyata mengalami perubahan yang cukup mengejutkan.
Mama Sinta, yang memiliki nama asli Yasinta Moiwend, kini menyatakan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional lumbung pangan di Papua Selatan. Keputusan ini muncul setelah ia merasa pengalaman sebelumnya tidak berjalan seperti yang ia harapkan.
Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam gerakan penolakan bermula dari ajakan sejumlah pihak untuk menyuarakan aspirasi masyarakat adat. Saat itu, ia mengikuti berbagai kegiatan bersama kelompok pendamping yang fokus pada isu lingkungan dan tanah adat.
Perjalanan tersebut kemudian berubah arah ketika pernyataan dan dirinya muncul dalam film dokumenter Pesta Babi. Mama Sinta mengaku tidak mengetahui bahwa wajah dan suaranya digunakan dalam film tersebut. Ia merasa tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan tersebut.
Kondisi itu membuatnya merasa kecewa. Ia menilai dirinya telah dimanfaatkan dalam narasi yang berkembang, terutama terkait penolakan terhadap proyek pemerintah. Bahkan, ia menyebut tidak mendapatkan manfaat nyata selama mengikuti berbagai kegiatan tersebut.
Perubahan sikapnya juga dipengaruhi oleh kondisi kehidupan sehari-hari. Mama Sinta menyampaikan bahwa rumahnya membutuhkan perbaikan dan belum layak ditempati. Ia juga memikirkan kebutuhan keluarganya, termasuk pekerjaan untuk anak-anaknya agar bisa memenuhi kebutuhan hidup.
Dengan pertimbangan tersebut, ia memilih untuk melangkah dengan keputusan baru. Mama Sinta kini berharap adanya peluang kerja dari proyek yang berjalan, sehingga masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat langsung dari pembangunan tersebut.
Ia juga menegaskan sudah tidak lagi bergabung dengan kelompok yang sebelumnya mendampinginya. Keputusan ini diambil sebagai langkah pribadi yang menurutnya lebih sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!