Pesawat Smart Aviation PK-SNR yang Ditembaki OTK Sempat Kirim Sinyal GPS

Pesawat Smart Aviation PK-SNR yang Ditembaki OTK Sempat Kirim Sinyal GPS
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Insiden penembakan menimpa pesawat Smart Aviation PK-SNR yang bertolak dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Pesawat ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat proses pendaratan di Koroway, Papua Selatan, Rabu (11/2) sekitar pukul 11.17 WIT.

Akibat kejadian tersebut, dua awak pesawat meninggal dunia, yakni Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Baskoro sebagai kopilot. Sementara itu, 13 penumpang sipil dilaporkan selamat setelah melarikan diri ke hutan di sekitar bandara.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Jhonny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa sebelum dinyatakan meninggal, pilot sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS Garmin.

"Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan," kata Jhonny dalam keterangannya.

Pesan darurat tersebut terekam pada dua titik koordinat GPS:

Dalam komunikasi terakhirnya, pilot juga menyampaikan kesulitan sinyal.

"Gak ada sinyal, tolong dilacak saja. Di Koroway kita ditembaki," demikian bunyi pesan tersebut.

Menurut Jhonny, informasi penembakan turut diperkuat oleh video yang beredar dari lokasi kejadian. Ia menyebut, saat tembakan terdengar dari arah pepohonan di sisi landasan, seluruh penumpang segera menyelamatkan diri.

"Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang sipil, yang selamat dan menyelamatkan diri ke area hutan di sekitar bandara saat tembakan terdengar dari arah pepohonan sisi landasan," ujarnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penembakan terhadap penerbangan sipil merupakan kejahatan serius.

"Kami sangat berduka atas gugurnya dua awak pesawat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman. Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius," kata Faizal.

Faizal menyebut Satgas Damai Cartenz bergerak cepat untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku.

"Satgas Damai Cartenz bergerak cepat mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku agar dapat diproses sesuai hukum," tegasnya.

Saat ini, Polda Papua bersama personel Operasi Damai Cartenz 2026 masih melakukan respons dan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE