Kesehatan Fisik dan Gaya Hidup Dapat Deteksi Risiko Demensia 20 Tahun Lebih Awal
Laporan terbaru dari organisasi penelitian RAND mengungkapkan kemampuan kognitif, kesehatan fisik, dan gaya hidup dijadikan sebagai indikator kuat risiko demensia hingga 20 tahun sebelum gejala muncul.
Meski tingkat partisipasi tes kognitif di kalangan lansia masih rendah, penelitian menunjukkan bahwa akses gratis dan pengobatan yang lebih baik dapat mendorong lebih banyak orang menjalani tes.
Dilansir dari Medical News Today, penelitian ini relevan bagi 58 juta warga Amerika berusia 65 tahun ke atas, mengingat pengobatan demensia yang ada hanya efektif pada tahap awal.
Dalam analisis data dari survei nasional terhadap 20.000 lansia, ditemukan bahwa faktor gaya hidup seperti kurang olahraga, obesitas, dan minimnya keterlibatan dalam hobi di usia 60 sangat berpengaruh pada risiko demensia.
Risiko juga lebih tinggi pada mereka yang lahir di wilayah selatan AS, meski faktor ras dan etnis bukan penentu utama setelah pendidikan dan pendapatan diperhitungkan.
Faktor lain yang ditemukan sebagai prediktor kuat meliputi riwayat stroke, diabetes, tidak memiliki asuransi kesehatan swasta di usia 60, BMI tinggi, tidak pernah berolahraga, dan minimnya aktivitas yang menstimulasi otak. Temuan ini menegaskan pentingnya menjalani gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan otak.
Studi lain mengungkap bahwa mereka yang baru didiagnosis demensia cenderung segera mengambil langkah seperti meminta bantuan finansial keluarga atau membuat surat wasiat. Bahkan tanpa diagnosis formal, banyak yang mulai merencanakan masa depan saat menyadari penurunan kognitif.
Clifford Segil, seorang ahli saraf dari Providence Saint John's Health Center, menyebut laporan ini bermanfaat karena menyoroti faktor risiko umum seperti stroke dan diabetes tanpa mendukung penggunaan obat tertentu. Ryan Glatt dari Pacific Neuroscience Institute juga memuji laporan ini sebagai panduan berharga dalam memahami risiko demensia dan langkah pencegahannya.
Laporan ini menegaskan bahwa langkah-langkah sederhana seperti olahraga, keterlibatan sosial, dan akses tes kognitif yang terjangkau dapat membantu mengurangi risiko demensia serta mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
0 Comments





- Koki Taiki Mano Berhasil Bawa Jepang Juarai Kejuaraan Dunia Pâté en Croûte
- Tren Perjalanan Wisata yang Wajib Dicoba di Tahun 2025
- Mengapa Mantan Pasangan Memicu Kecemburuan Retroaktif dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
- 7 Tempat untuk Menikmati Keindahan Burns Night terbaik di Edinburgh, London
- Agar Hubungan Pertemanan Anda Lebih Baik, Berikut Tips Menjadi Teman yang Tidak 'Toxic'
- Viral! Anak di Bawah Umur Terekam Gunakan Skuter di Tengah Jalan, Halangi Kendara Lain
- Kebiasaan Ini Harus Kita Waspadai Karena Bisa Berdampak Negatif dalam Persahabatan
- Dari Home Depot ke Handy Famm, Mewujudkan Alat DIY yang Membawa Keluarga Lebih Dekat
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!