Calon Mendag AS Gaspol Soal Tarif Impor, Siap Gebuk Tiongkok!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Calon Menteri Perdagangan (Mendag) Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump, Howard Lutnick langsung ngegas di siding konfirmasi Senat AS pada Rabu (29/1). Dia menegaskan, lebih suka tarif impor yang nyerang negara langsung ketimbang spesifik ke produk. Singkatnya, dia siap main kasar, terutama ke Tiongkok!
"Kita dapat menggunakan tarif untuk menciptakan timbal balik, keadilan, dan rasa hormat," kata Lutnick, CEO triliuner Cantor Fitzgerald sekaligus orang kepercayaan Trump.
Dilansir dari Barron, Lutnick muncul di tengah ancaman Trump buat nerapin tarif impor gede-gedean ke negara sekutu dan musuh. Bahkan, kabarnya tarif buat Kanada dan Meksiko bakal diumumin akhir pekan ini.
Lutnick juga nunjukin kalau tarif 25% yang bakal berlaku mulai 1 Februari itu ditujukan biar dua negara tetangga AS ini gercep atasi masalah migrasi ilegal dan peredaran fentanil yang makin ngeri.
"Ini adalah tarif terpisah untuk menciptakan tindakan dari Meksiko dan tindakan dari Kanada. Sejauh yang saya tahu mereka bertindak cepat, dan jika mereka melaksanakannya, tidak akan ada tarif," jelas Lutnick, seakan ngasih ultimatum.
Tapi dia tegas bilang, kalau urusannya sama Tiongkok dan "musuh-musuh" lainnya, tarifnya harus lebih sadis dibanding ke negara lain.
Sejak Trump ngumumin pencalonannya, Lutnick digadang-gadang bakal jadi orang kepercayaan buat urusan perdagangan dan tarif impor AS. Tugasnya nggak main-main, dia bakal langsung pegang kendali Perwakilan Dagang AS.
Waktu ditanya soal dampak tarif ke harga barang, Lutnick ngaku beberapa harga mungkin bakal naik. Tapi dia ngebantah keras anggapan kalau tarif ini bakal bikin inflasi menggila.
Lutnick janji bakal mendalami efek tarif ini ke sektor pertanian dan manufaktur AS. Nggak cuma itu, dia juga bakal tegas soal kontrol ekspor ke Tiongkok. Terutama setelah kemunculan chatbot DeepSeek yang makin murah meriah dan berpotensi ganggu dominasi AI buatan AS.
"Biarkan mereka bersaing, tetapi berhentilah menggunakan alat-alat kami untuk bersaing dengan kami. Saya akan bersikap tegas dalam hal itu," kata Lutnick, nunjukin sikap keras ke Beijing.
Kalau jadi disetujui, Lutnick bakal jadi bos besar yang mengawasi aturan ekspor ke negara pesaing. Fokusnya? Jaga AS tetap unggul di teknologi militer dan strategis.
"Kontrol ekspor kita, yang tidak didukung oleh tarif, bagaikan model pukul-tikus," katanya di depan Komite Perdagangan, Sains, dan Transportasi Senat.
Lutnick juga ngeraguin DeepSeek bisa berjalan dengan aturan yang benar. Dia janji bakal nerapin pembatasan ketat biar AS tetap di atas angin.
Soal CHIPS and Science Act, UU penting yang dicanangkan era Joe Biden buat dorong industri semikonduktor AS, Lutnick justru kasih lampu hijau. Menurutnya, itu investasi yang bagus dan bisa jadi modal kuat buat masa depan.
0 Comments





- Siap-siap! Chery Bocorin Calon SUV Baru dari Tiggo Family
- Daftar Harga Tiket Konser Boyce Avenue di Jakarta, Segini Paling Murahnya!
- Tampil Bareng, Sandhy Sondoro dan Baim Ajak Nostalgia di "BaimSandhy Live Showcase"
- The Script Sukses Gelar Konser Bertajuk Satellites World Tour di Jakarta
- PPN 12 Persen Mulai Berlaku di 2025: Ini Daftar Barang yang Bakal Kena!
- Diisukan Naik, Ini Kata Pertamina Soal Harga LPG 3 Kg
- Iskandar Widjaja, Pemain Biola Internasional Berdarah Indonesia Siap Bikin Pecinta Musik Klasik Baper di Konser Jakarta
- Merch-Making Market: Music Merchandise Expo yang Penuh Program Kece
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!