Teknologi AI DeepSeek Siap Geser Dominasi ChatGPT

N
Nayla Shabrina
Penulis
Techno
Teknologi AI DeepSeek Siap Geser Dominasi ChatGPT
- (Dok. BBC).

JAKARTA, Genvoice.id - Dunia teknologi lagi-lagi diguncang oleh kejutan dari Tiongkok! Kali ini, startup kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama DeepSeek berhasil menarik perhatian global dengan meluncurkan model AI terbaru yang diklaim setara atau bahkan lebih unggul dari model AI terbaik di Amerika Serikat, tapi dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Bukan cuma itu, AI Assistant milik DeepSeek yang ditenagai DeepSeek-V3 sukses menyalip ChatGPT sebagai aplikasi gratis nomor satu di Apple App Store AS. Keberhasilan ini bikin banyak pihak mempertanyakan keputusan raksasa teknologi AS yang rela menggelontorkan miliaran dolar untuk investasi AI.

DeepSeek adalah startup berbasis di Hangzhou yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Liang Wenfeng, salah satu pendiri hedge fund High-Flyer. Pada Maret 2023, High-Flyer mengumumkan bahwa mereka akan mengalihkan fokus dari dunia trading ke pengembangan AI dan AGI (Artificial General Intelligence). Beberapa bulan setelahnya, DeepSeek pun lahir.

Sejauh ini, belum jelas berapa besar investasi High-Flyer ke DeepSeek. Namun, berdasarkan data korporasi Tiongkok, High-Flyer memiliki paten terkait klaster chip yang digunakan untuk melatih model AI dan pernah mengumumkan bahwa mereka mengoperasikan 10.000 chip Nvidia A100 sejak Juli 2022.

iklan gulaku

 

Kenapa Deepseek Bisa Lebih Baik dari ChatGPT?

DeepSeek adalah model AI atau kecerdasan buatan yang didesain untuk bisa belajar secara mandiri tanpa perlu banyak dilatih oleh manusia. Model ini mampu memproses bahasa secara natural dan juga memiliki kemampuan penglihatan komputer, yang membuatnya lebih fleksibel untuk berbagai skala aplikasi. Dengan kecepatan dalam menyajikan insight dan fleksibilitas eksplorasi, DeepSeek menawarkan pengalaman AI yang lebih luas dibandingkan chatbot biasa.

Secara teknis, DeepSeek menggunakan pendekatan Reinforcement Learning (RL), berbeda dengan ChatGPT yang menggunakan Supervised Fine-Tuning (SFT) yang dilatih dengan data yang telah dikurasi dan diberi label secara manual oleh pakar untuk memastikan hasilnya relevan dan berkualitas.

Sedangkan RL pada DeepSeek memanfaatkan model AI belajar melalui pengalaman sendiri dengan sistem evaluasi otomatis, tanpa banyak bergantung pada pelatihan manual oleh manusia. Metode RL ini bisa diibaratkan seperti manusia yang belajar otodidak, hanya berbekal pengetahuan dasar dan pengalaman langsung. Sebenarnya, RL bukan teknologi baru, melainkan sudah banyak digunakan dalam mengajarkan robot berjalan, bermain catur, atau mengendalikan drone.

Selain itu, salah satu keunggulan utama DeepSeek adalah efisiensi biaya. Biaya pengembangan DeepSeek hanya sekitar $6 juta, jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pengembangan ChatGPT dari OpenAI atau LLaMA dari Meta yang bisa mencapai miliaran dolar.

DeepSeek juga bersifat open-source, yang berarti para programmer atau developer AI bisa mengakses, mengembangkan, dan memodifikasi model ini secara bebas.

Atas keluarbiasaan ini, DeepSeek berhasil mengguncang dunia teknologi. Bahkan, banyak saham di industri teknologi AS mengalami koreksi akibat munculnya asumsi bahwa permintaan terhadap produk-produk AI dari OpenAI atau Meta bisa menurun karena DeepSeek menawarkan solusi yang jauh lebih murah, namun tetap powerful.

  • Tag:
  • Swag Event
  • Musisi

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi