Lauryn Hill Terima Penghargaan Living Legend di BET Awards 2026, Tutup Malam dengan Penampilan Emosional
JAKARTA, GENVOICE.ID - Lauryn Hill menjadi salah satu sorotan utama dalam BET Awards 2026 setelah menerima penghargaan perdana Living Legend Icon Award. Penghargaan tersebut diberikan kepada sosok yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap budaya dan musik lintas generasi.
BET menyebut penghargaan ini ditujukan untuk para pelopor yang berhasil menguasai bidangnya dan terus memberikan dampak terhadap budaya populer. Lauryn Hill dipilih sebagai penerima pertama berkat kontribusinya yang dinilai mengubah arah musik hip-hop dan R&B selama beberapa dekade terakhir.
Eksekutif BET, Connie Orlando, menyebut Lauryn sebagai sosok yang tidak pernah mengikuti tren, melainkan menciptakan tren itu sendiri. Pengaruhnya disebut telah membentuk generasi musisi baru dan membuka ruang bagi ekspresi yang lebih bebas dalam musik.
Malam penghormatan kepada Lauryn Hill diawali dengan penampilan dan narasi dari sejumlah musisi yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan kariernya. Ice Cube membuka segmen penghormatan dengan mengenang perjalanan karier Lauryn, sementara Wyclef Jean membagikan kisah masa mereka bersama dalam grup Fugees.
Sejumlah musisi kemudian tampil membawakan lagu-lagu yang melekat dengan nama Lauryn Hill. The War and Treaty membuka penampilan dengan "Joyful, Joyful" yang berasal dari film "Sister Act 2: Back in the Habit".
Doechii dan SZA membawakan "Ready or Not", sementara Tems dan Tierra Whack tampil lewat "Fu-Gee-La". Putri Lauryn, Selah Marley, juga tampil membawakan lagu "The Miseducation of Lauryn Hill".
Doja Cat menyanyikan "Superstar", sedangkan Nas membawakan "If I Ruled the World" bersama Doja. Anak Lauryn lainnya, YG Marley, turut tampil dengan "Turn Your Lights Down Low".
Lizzo bersama Tierra Whack membawakan "Doo Wop (That Thing)", sementara Alexia Jayy mendapat sambutan meriah setelah menyanyikan "Killing Me Softly With His Song". Segmen penghormatan ditutup oleh Queen Latifah dan Common melalui penampilan "Lost Ones".
Sebelum menerima penghargaan, Lauryn Hill mengejutkan penonton dengan membawakan lagu "Ex-Factor". Penampilannya disambut meriah oleh para tamu yang hadir di Peacock Theater, Los Angeles.
Dalam pidatonya, Lauryn menjelaskan alasan dirinya kerap menyuarakan berbagai isu sosial dan mendorong para seniman untuk berani menyampaikan pandangan mereka.
Ia mengatakan bahwa musik menjadi cara baginya untuk menyebarkan kasih sayang dan memberikan pengaruh positif kepada banyak orang. Lauryn juga menegaskan bahwa dirinya ingin memperjuangkan komunitasnya melalui karya dan suaranya.
"Saya ingin orang-orang mengetahui apa yang bisa kami lakukan," ujar Lauryn dalam pidatonya.
Penyanyi berusia 51 tahun itu juga menyampaikan rasa bangga kepada anak-anaknya atas berbagai pencapaian mereka. Baginya, perjuangan yang ia lakukan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan komunitasnya.
Lauryn Hill menutup BET Awards 2026 dengan penampilan emosional membawakan "Everything Is Everything". Lagu tersebut menjadi penutup acara sekaligus menegaskan pengaruh besar Lauryn sebagai salah satu figur paling penting dalam sejarah musik hip-hop dan R&B.
Karier Lauryn Hill sendiri dimulai lewat film "Sister Act 2: Back in the Habit" pada 1993 sebelum meraih kesuksesan bersama Fugees melalui album "The Score". Ia kemudian mengukuhkan statusnya sebagai ikon musik lewat album solo "The Miseducation of Lauryn Hill", yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu album paling berpengaruh sepanjang masa.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!