Anak Kesayangan Berujung Mematikan: Dimanja Ayah karena Paling Tampan, Taufik Hidayat Kini Tega Aniaya Yuvita

Dari Pengakuan Sang Ayah hingga Temuan Psikologi Forensik Polda Jabar, Pola Asuh Masa Lalu Diduga Bentuk Kepribadian Ekstrem Tersangka

Anak Kesayangan Berujung Mematikan: Dimanja Ayah karena Paling Tampan, Taufik Hidayat Kini Tega Aniaya Yuvita
Taufik Hidayat ketika ditangkap pihak kepolisian. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Penyelidikan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap korban Yuvita Tri Rezeki (29) oleh tersangka Taufik Hidayat kini mengungkap fakta baru mengenai latar belakang pelaku.

Berdasarkan pemeriksaan intensif kepolisian yang melibatkan tim psikologi forensik, terkuak bahwa tabiat kejam dan temperamental tersangka diduga kuat terbentuk sejak masa kecil.

Pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan serta riwayat kekerasan di lingkup internal keluarga ditengarai menjadi akar kepribadian kelam pria yang kini mendekam di tahanan Polda Jawa Barat tersebut.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, membeberkan bahwa Taufik memiliki rekam jejak emosional yang sangat tidak stabil dan kerap mengonsumsi minuman beralkohol. Perilaku kasarnya bahkan pernah menyasar sang ayah kandung sendiri yang bernama Tata.

Dalam salah satu insiden di masa lalu, Taufik nekat mencari ayahnya ke area persawahan lalu memukulnya menggunakan balok kayu hanya karena masalah sepele, yaitu tidak tersedianya makanan yang ia inginkan di rumah. Bukannya memberikan sanksi tegas, sang ayah justru memilih mengalah dan memaafkan tindakan putranya.

Akar dari sikap manja ini dikupas lebih dalam melalui dialog antara ayah tersangka dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tata mengakui bahwa dari empat bersaudara, Taufik merupakan anak yang paling diistimewakan dan selalu dibela saat tertimpa masalah.

Alasan Tata memanjakannya sejak kecil terbilang tidak biasa, yaitu karena menganggap Taufik memiliki paras yang paling tampan di antara anak-anaknya yang lain.

Dedi Mulyadi menilai perlakuan istimewa dan sikap abai dari orang tua inilah yang menjadi bumerang, membentuk Taufik tumbuh sebagai sosok yang tidak memiliki rasa hormat dan merasa selalu benar.

Kini, tabiat buruk tersebut berujung pada penganiayaan brutal terhadap Yuvita. Selain akibat rasa cemburu yang berlebihan terhadap korban, emosi tersangka kerap tersulut oleh tekanan profesinya sehari-hari sebagai penagih utang (debt collector).

Kesulitan dalam pekerjaan tersebut sering kali dilampiaskan dengan cara melakukan kekerasan fisik kepada korban. Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa Taufik merupakan seorang residivis kasus kekerasan yang sudah pernah divonis hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan pada era tahun 2000-an.

Melihat rekam jejak kriminalitas tersangka yang panjang serta pola perilakunya yang berulang, Polda Jabar menduga kuat adanya potensi korban kekerasan lain yang pernah menjadi sasaran Taufik Hidayat di masa lalu.

Oleh karena itu, Kapolda Jabar mengimbau dan membuka ruang bagi masyarakat luas yang merasa pernah dirugikan atau dianiaya oleh tersangka untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat guna melengkapi sekaligus memperkuat berkas pidana yang tengah disusun penyidik.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE