Profil Lengkap Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad yang Viral Usai Ditunjuk Jadi Komisaris PT Krakatau Posco

Tercatat Hanya Lulusan D3 di PDDikti, Netizen Pertanyakan Kepatutan Asisten Sultan Andara Jabat Posisi Strategis Perusahaan Baja

Profil Lengkap Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad yang Viral Usai Ditunjuk Jadi Komisaris PT Krakatau Posco
Mufli Budi Ananda (kiri) dan Raffi Ahmad (kanan). - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Publik tengah dihebohkan oleh kabar penunjukan Mufli Budi Ananda, yang dikenal luas sebagai asisten pribadi selebritis ternama Raffi Ahmad, sebagai komisaris di PT Krakatau Posco.

Keputusan ini mendadak viral di jagat maya lantaran banyak netizen yang mempertanyakan keselarasan antara latar belakang karier serta rekam jejak akademisnya dengan jabatan mentereng di perusahaan industri baja berskala besar tersebut.

Riwayat pendidikan pria yang akrab mendampingi keluarga Sultan Andara ini pun kini langsung menjadi pusat perhatian dan perbincangan hangat.

PT Krakatau Posco sendiri merupakan sebuah perusahaan patungan (joint venture) sektor industri baja yang mempertemukan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dari Indonesia dengan POSCO, raksasa baja asal Korea Selatan, di mana masing-masing memegang kepemilikan saham berimbang sebesar 50 persen.

Walaupun statusnya bukan badan usaha milik negara (BUMN) murni, restrukturisasi manajemen yang menempatkan Mufli di jajaran dewan komisaris tetap memicu kritik dan polemik dari masyarakat internet.

Bagi para pengikut setia keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, sosok Mufli sebenarnya sudah sangat familiar. Ia merupakan orang kepercayaan yang hampir selalu hadir mengawal berbagai agenda padat Raffi, mulai dari urusan syuting, pengelolaan bisnis, hingga perjalanan domestik maupun internasional.

Kedekatan emosionalnya dengan keluarga tersebut juga sering terlihat lewat interaksi spontan di media sosial, termasuk saat ia mengabadikan momen keseharian keluarga Andara.

Sorotan Tajam pada Riwayat Pendidikan

Gelombang skeptisisme netizen semakin menguat setelah data akademis Mufli terungkap melalui penelusuran di situs resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Tercatat bahwa setelah menyelesaikan masa SMA, Mufli sempat menempuh pendidikan tinggi sebanyak tiga kali di dua institusi yang berbeda:

  • Tahun 2007: Memulai kuliah di Politeknik Bunda Kandung dan berhasil menyelesaikan program Diploma Tiga (D3) pada jurusan Teknik Listrik.

  • Tahun 2012: Melanjutkan studi ke jenjang Sarjana (S1) Teknik Industri di Institut Sains Dan Teknologi Nasional, namun statusnya tercatat mengundurkan diri pada tahun 2017.

  • Tahun 2014: Kembali mendaftarkan diri pada program studi yang sama di Institut Sains Dan Teknologi Nasional, namun kembali berakhir dengan pengunduran diri pada tahun 2018.

Dengan mengacu pada data formal tersebut, gelar akademik tertinggi yang sah dimiliki oleh Mufli adalah D3. Kesenjangan antara kualifikasi pendidikan ini dengan posisi strategis sebagai pengawas perusahaan baja multinasional inilah yang memicu perdebatan panjang mengenai asas kepatutan dan meritokrasi.

Hingga saat ini, polemik mengenai pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris masih terus bergulir di media sosial tanpa adanya kepastian hukum yang jelas.

Baik dari pihak manajemen PT Krakatau Posco, Kementerian BUMN, maupun dari pihak Mufli dan Raffi Ahmad sendiri belum memberikan pernyataan resmi ataupun klarifikasi mendetail mengenai landasan serta pertimbangan khusus di balik penunjukan jabatan tersebut. Publik pun masih menunggu keterbukaan informasi guna meredam spekulasi yang berkembang liar.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE