KRL Dilempar Batu di Bogor! Ternyata Pelakunya Bocah SD, KAI Sampai Turun Tangan
Dua Bocah 8 dan 10 Tahun Lempar Batu ke KRL Commuter Line di Bogor, Bikin Kaca Pecah dan Kereta Mangkrak 3 Hari
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dua bocah SD di Bogor lempar batu ke KRL Commuter Line hingga kaca pecah, KAI hentikan operasional dan lakukan mediasi.
Aksi pelemparan batu ke KRL yang sempat bikin heboh netizen akhirnya terungkap. Pelakunya bukan preman, bukan juga oknum sabotase - melainkan dua anak kecil yang masih berusia 8 dan 10 tahun!
Kejadian ini terjadi di kawasan Kampung Ardio, Pasar Anyar, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (11/7/2025) sore, dan bikin satu rangkaian Commuter Line CLI-125 rusak parah. Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agustinus Manurung, menyebut dua bocah itu sedang main lempar-lemparan di pinggir rel saat kereta lewat.
Lemparan iseng mereka malah kena kaca kereta dan bikin operasional KRL terganggu selama tiga hari penuh. Pihak KAI Commuter langsung gerak cepat. Anak-anak itu akhirnya mengaku setelah dilakukan penyisiran di lokasi kejadian.
Orang tua mereka pun langsung dipanggil untuk mediasi di Stasiun Bogor bersama polisi. Karena pelakunya masih di bawah umur, kasus ini nggak dibawa ke jalur hukum. Tapi orang tua mereka resmi bikin surat pernyataan dan siap tanggung jawab penuh atas kerugian yang ditimbulkan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menegaskan bahwa pihaknya sangat menyesalkan insiden ini. Meski pelaku masih anak-anak, KAI menekankan pentingnya efek jera terhadap aksi vandalisme serupa karena sangat membahayakan nyawa penumpang dan merugikan operasional.
Dan ternyata, ini bukan satu-satunya kasus! Sebelumnya, seorang penumpang KA Sancaka bernama Widya Anggraini juga jadi korban pelemparan batu di perjalanan Yogyakarta-Surabaya. Dalam video yang dia unggah ke Instagram, Widya tampak panik setelah kaca jendela di sebelahnya pecah dan serpihan kaca mengenai wajah serta matanya.
Widya langsung dilarikan ke RS Triharsi Solo saat kereta tiba di Stasiun Solo Balapan. Untungnya, ia mendapat penanganan awal dan bakal dirujuk ke rumah sakit mata di Surabaya. KAI pun menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatannya.
Hingga kini, pelaku lempar batu ke KA Sancaka masih buron. Polisi menyebut minimnya saksi di lokasi membuat penyelidikan terhambat. Meski begitu, tim Reskrim Polres Klaten terus mengembangkan kasusnya.
Aksi-aksi iseng yang berujung bahaya ini jadi pengingat keras bahwa edukasi soal keselamatan kereta perlu ditanamkan sejak dini. Karena satu batu kecil bisa bikin nyawa terancam!
KAI menegaskan tidak akan mentolerir aksi pelemparan batu ke arah KRL karena membahayakan keselamatan penumpang dan merugikan operasional. Edukasi sejak dini dinilai penting agar tindakan vandalisme seperti ini tidak terulang di masa depan.
0 Comments
- Bongkar Kelakuan Vadel Badjideh di Cipinang: Nikita Mirzani Sakit Hati Vadel Sesumbar Soal Lolly ke Napi Lain!
- Tubuh Davina Karamoy Disebut Berubah Gegara Pil Kontrasepsi Usai Isu Selingkuh dengan Eks Menpora
- BEM SI dan BEM UI Serukan Aksi Nasional, Mahasiswa Protes Brutalitas Polisi Pasca Kematian Driver Ojol

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!