Ini Alasan Israel Serang Iran!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Seorang pejabat militer Israel mengungkap alasan di balik keputusan negaranya bergabung dengan Amerika Serikat dalam operasi militer membombardir Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Operasi tersebut disebut sebagai langkah strategis untuk menghadapi ancaman yang dinilai semakin serius dari Teheran.
Mengutip laporan Miami Herald, pejabat yang identitasnya dirahasiakan itu menyatakan operasi bertajuk Operation Roaring Lion akan melampaui skala "Perang 12 Hari" yang dimulai oleh Israel Defense Forces (IDF) pada Juni 2025. Ia menegaskan, operasi kali ini akan berlangsung selama diperlukan hingga tujuan militer tercapai.
"Misi kami adalah untuk secara signifikan mengurangi dan melemahkan kemampuan rezim Iran," kata pejabat tersebut saat menjawab pertanyaan Newsweek melalui sambungan telepon.
Menurutnya, Iran saat ini merupakan ancaman besar dan bersifat eksistensial, bukan hanya bagi stabilitas Timur Tengah, tetapi juga bagi Amerika Serikat dan dunia internasional.
"Iran terus bergerak maju di ruang yang berbahaya. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi," ujarnya.
Ia menambahkan, operasi kali ini dirancang sebagai langkah mendalam, serius, dan menyeluruh, dengan capaian yang diklaim lebih besar dibandingkan operasi sebelumnya-yang disebutnya berhasil menghentikan Iran di ambang batas eskalasi berbahaya.
Melalui serangan gabungan dengan AS, Israel disebut menargetkan fasilitas dan kemampuan militer Iran, termasuk infrastruktur yang berkaitan dengan jaringan proksi dan kemampuan yang disebut sebagai "mesin penghancur" terhadap Israel.
"Semua mesin yang menyerukan kehancuran ingin kami kurangi semaksimal mungkin," tegasnya.
Pejabat tersebut juga mengindikasikan bahwa target operasi tidak terbatas pada fasilitas militer semata. Ia menyebut sejumlah pemimpin Iran yang dinilai terlibat dalam perencanaan serangan terhadap Israel dapat menjadi sasaran.
Serangan ini dikabarkan menyasar berbagai titik strategis, termasuk area yang berkaitan dengan kepemimpinan tertinggi Iran, seperti kantor Ayatollah Ali Khamenei. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Teheran mengenai dampak langsung terhadap pimpinan negara tersebut.
Dengan pernyataan terbuka mengenai tujuan operasi dan kemungkinan perluasan target, konflik antara Israel, AS, dan Iran kini memasuki fase konfrontasi langsung yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!