Setelah Thailand, Kini Jepang! Negeri Anime Ini Keluarkan Peringatan Virus Nipah bagi Warganya di India

Setelah Thailand, Kini Jepang! Negeri Anime Ini Keluarkan Peringatan Virus Nipah bagi Warganya di India
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Luar Negeri Jepang pada Selasa (27/1) mengeluarkan peringatan risiko infeksi virus Nipah kepada warga negaranya yang berada di India, menyusul ditemukannya kasus terkonfirmasi di wilayah Kolkata, Negara Bagian Benggala Barat.

Dalam pernyataan resminya, Kemlu Jepang mengimbau warga Jepang yang sedang berada di India maupun yang berencana melakukan perjalanan ke negara tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan infeksi.

"Warga negara Jepang yang saat ini berada di India atau yang berencana bepergian ke negara tersebut diimbau untuk mengambil langkah antisipasi pencegahan infeksi," demikian pernyataan Kemlu Jepang.

Kemlu Jepang secara khusus menyarankan warga untuk sering mencuci tangan, menghindari kontak yang tidak perlu dengan hewan, serta berhati-hati dalam memilih dan menyiapkan makanan maupun minuman. Salah satu imbauan penting adalah tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang berpotensi terkontaminasi oleh kelelawar.

Selain itu, warga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, mual, pusing, hingga perubahan tingkat kesadaran.

Pekan lalu, surat kabar Independent melaporkan bahwa otoritas India tengah berupaya menekan penyebaran wabah virus Nipah yang mematikan. Sejauh ini, virus tersebut dilaporkan telah menginfeksi lima orang, sementara sekitar 100 orang lainnya menjalani karantina sebagai langkah pencegahan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia. Hingga kini, belum ditemukan pengobatan maupun vaksin yang efektif untuk menangani infeksi virus tersebut.

Virus Nipah diketahui menyebar terutama melalui kelelawar dan rubah terbang. Manusia umumnya terinfeksi akibat mengonsumsi buah atau makanan yang terkontaminasi air liur hewan pembawa virus. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui hewan peliharaan yang terinfeksi.

Otoritas India sebelumnya telah melaporkan empat kali wabah virus Nipah, yakni di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di Negara Bagian Kerala pada 2018 dan 2019.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE