Ini Dampak Bagi Timnas Inggris Jika Main dengan Ketinggian 2.240 Mdpl

Ini Dampak Bagi Timnas Inggris Jika Main dengan Ketinggian 2.240 Mdpl
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pertandingan antara Inggris dan Meksiko di Stadion Azteca bukan sekadar duel dua tim kuat.

Melainkan turut bertanding melawan alam. Bermain di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut membuat kondisi pertandingan jauh berbeda dari biasanya. Di titik ini, udara menjadi lebih tipis, dan tubuh manusia harus bekerja lebih keras hanya untuk mendapatkan oksigen yang cukup.

Secara ilmiah, ketinggian tersebut menyebabkan tekanan oksigen menurun hingga sekitar 20 persen dibandingkan di permukaan laut. Artinya, setiap tarikan napas yang dilakukan pemain membawa lebih sedikit oksigen ke dalam tubuh.

Dampaknya jelas langsung terasa, seperti stamina lebih cepat habis, napas terasa berat, dan proses pemulihan menjadi jauh lebih lambat. Bagi atlet dengan kemampuan badan yang fit, kondisi ini bukan hal sepele.

Dalam pertandingan sepak bola yang menuntut intensitas tinggi seperti lari cepat, sprint berulang, hingga pressing tanpa henti, kekurangan oksigen bisa menurunkan performa secara signifikan. Pemain yang tidak terbiasa dengan lingkungan seperti ini akan lebih cepat lelah dan kesulitan menjaga tempo permainan.

Tak hanya soal stamina, tubuh juga bisa mengalami gangguan yang lebih serius, seperti altitude sickness atau penyakit ketinggian. Gejalanya beragam, mulai dari pusing, sakit kepala, mual, hingga gangguan tidur.

Bahkan pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengakui bahwa efek ini sudah terasa sejak sesi latihan, termasuk rasa sesak napas dan ketidaknyamanan saat beristirahat.

Masalahnya, adaptasi terhadap kondisi seperti ini tidak bisa instan. Idealnya, atlet membutuhkan waktu satu hingga dua pekan untuk benar-benar menyesuaikan diri, termasuk meningkatkan produksi sel darah merah agar distribusi oksigen lebih optimal.

Namun dalam turnamen seperti Piala Dunia, waktu adalah kemewahan yang tidak dimiliki banyak tim.

Selain memengaruhi fisik pemain, ketinggian juga berdampak pada jalannya pertandingan itu sendiri. Bola bisa bergerak lebih cepat dan meluncur lebih jauh karena minimnya hambatan udara. Ini membuat kontrol, umpan panjang, hingga tendangan jarak jauh menjadi lebih sulit diprediksi, menambah kompleksitas bagi pemain di lapangan.

Di sisi lain, kondisi ini justru menjadi keuntungan besar bagi Meksiko. Bermain di lingkungan yang sudah mereka kenal membuat mereka lebih siap secara fisik maupun mental.

Adaptasi alami ini memberi keunggulan yang tak terlihat, tetapi sangat terasa dalam pertandingan.

Pada akhirnya, laga di Azteca bukan hanya soal strategi dan skill. Ini adalah ujian tentang bagaimana tubuh manusia bereaksi di batasnya.

Ketika oksigen berkurang, para pemain pastinya memiliki performa yang tidak seperti biasanya. Di sinilah letak perjuangan bagi para Harry Kane dkk.

Namun, indahnya, Inggris berhasil melawan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2, meskipun dengan kondisi alam yang seperti itu.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE