Rusia dan AS Terus Berupaya Mencapai Perdamaian yang Langgeng dan Tahan Lama
JAKARTA- Gedung Putih sebelumnya menyatakan Amerika Serikat dan Rusia sepakat memastikan navigasi yang aman, menghilangkan penggunaan kekuatan, dan mencegah penggunaan kapal komersial untuk tujuan militer di Laut Hitam setelah pertemuan di Riyadh, tulis pernyataan seperti dikutip Antara dari Anadolu.
Kecuali itu, kesepakatan terrsebut menyebut bahwa AS akan membantu pemulihan akses Rusia ke pasar dunia untuk ekspor pertanian dan pupuk, dan untuk mengembangkan langkah-langkah yang melarang pemogokan terhadap fasilitas energi di Rusia dan Ukraina.
Pun, kesepakatan itu akan berlaku segera setelah pembatasan dan sanksi tertentu terhadap Rusia dicabut, termasuk yang dikenakan pada Rosselkhozbank dan organisasi keuangan lainnya. "Rusia dan AS akan terus berupaya mencapai perdamaian yang langgeng dan tahan lama."
Pada Selasa (25/3), Rusia mengumumkan kesepakatan dengan AS untuk memastikan keamanan pelayaran di Laut Hitam. Pengumuman itu disampaikan sehari setelah delegasi dari kedua negara menggelar pertemuan di Riyadh, Arab Saudi.
Dalam sebuah pernyataan, kantor Presiden Rusia (Kremlin) mengatakan keamanan pelayaran itu mencakup penerapan Prakarsa Gandum Laut Hitam dan bantuan AS untuk memulihkan ekspor produk pertanian dan pupuk Russia.
Larangan Serang Infrastruktur
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada Selasa (25/3) mengatakan AS dan Ukraina telah sepakat bahwa negara lain dapat turut serta dalam pemantauan dan pengawasan implementasi kesepakatan terkait Ukraina. Pada hari yang sama, putaran baru negosiasi antara AS dan Ukraina berlangsung di Riyadh.
Setelah perundingan, Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengungkapkan bahwa kedua pihak telah sepakat melarang serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dan Ukraina.
Poin lainnya dalam kesepakatan itu antara Ukraina dan AS adalah pengawasan dan pemantauan. "Kami telah sepakat dengan pihak Amerika bahwa memungkinkan untuk melibatkan negara ketiga selain AS. Ini bukan hal buruk, misalnya, kami dapat mengundang pihak dari Eropa atau Turki untuk memantau situasi di laut," kata Zelensky dalam konferensi pers usai perundingan di Riyadh.
"Mungkin juga pihak dari Timur Tengah untuk mengawasi sektor energi. Ini adalah masalah teknis, tetapi poin ketiga dalam kesepakatan ini menegaskan bahwa pengawasan dan pemantauan sangat penting, serta bisa melibatkan pihak lain," kata Zelensky.
Namun demikian, dia yakin bahwa tenaga ahli dari AS dan Eropa sudah cukup untuk melakukan pemantauan.
"Ada beberapa kendala teknis. Proses ini tidak bisa dilakukan dalam sekejap, tetapi secara teknologi, AS memiliki kemampuan tinggi untuk memantau berbagai hal, baik di laut maupun di udara," tambahnya.
0 Comments





- Beijing Ingin Menarik Investasi Asing di Tengah Eskalasi Ketegangan Geopolitik
- Zelensky Siap Tandatangani Kesepakatan Terkait Cadangan Mineral Strategis
- Hore! Pemerintah Tambah 12 Provinsi Lahan Sawah Dilindungi
- Ayo, Ramai-ramai Beralih Mengonsumsi Pangan Lokal
- Segera Moratorium Obligasi Rekap Demi Mengejar Pertumbuhan Ekonomi
- Eropa Siapkan Dana Tambahan Demi Gencatan Senjata Di Ukraina
- Ini Dia Biang Kerok Melemahnya Harga Saham dan Obligasi
- Potret Kelemahan Sistemik Indonesia: Dari Dwifungsi TNI hingga Kekalahan Timnas
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!